Inilah Ibu Pembuang Bayi yang Dimasukkan Tas Plastik di Prambon

Oktober 13, 2017

PRAMBON – Siti Nurhalimah (34), warga Areng-areng, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo penelantar bayi dan sempat menggegerkan warga Dusun Ndoplang, Desa Bendotretek RT 02 RW 01, Kecamatan Prambon, Sidoarjo berhasil diringkus Unit Reserse Kriminal Polsek Prambon.

 

Bayi yang dibuang itu adalah anak hubungan antara AD (15) anaknya Halimah dengan Fr (17) putra Imam. AD masih duduk di kelas lll SMP dan Fr masih menempuh pendidikan di SMK YPM di Krian. AD dan Fr ada hubungan karena keduanya sudah dijodohkan oleh Halimah dan Imam.

 

Keduanya direstui untuk menikah di kelak hari, namun keduanya (AD dan Fr red,) sudah kebablasan dalam berpacaran, sehingga hamil terlebih dahulu sebelum pernikahan kelak dilakukan sesudah keduanya lulus sekolah.

 

“AD (cewek) dan Fr (cowok) keduanya sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya, kelak akan memperlangsungkan pernikahan. Keduanya orang tua bayi itu sudah dijodohkan oleh kedua orang tua masing-masing,” kata Kapolsek Prambon AKP Isharyata, Jumat (13/10/2017).

 

Ia mengungkapkan, penangkapan penelantar bayi tersebut bermula dari 3 tim yang dibentuknya mendapat petunjuk bahwa di Puskesmas Krian sebelumnya terdapat pasien yang melahirkan secara prematur. Namun, oleh Puskesmas Krian, dirujuk ke RS Siti Khodijah Taman.

 

“Pasien dirujuk karena perlengkapan medis di Puskesmas Krian tidak mumpuni. Saya bersama Kanit Reskrim dan Opsnal akhirnya ke RS Khodijah Taman. Di rumah sakit itu kami mendapatkan informasi alamat pasien pasangan AD dan Fr,” ucapnya.

 

Saat tim datang ke rumah Halimah, orang tua AD sekaligus nenek bayi yang merawat bayi prematur itu, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Petugas kemudian bertanya ke Paimah (anak kandung Kasban). Paimah mengaku Halimah sedang keluar dan bertamu ke Gus Rahmad tokoh masyarakat Prambon.

 

“Kami lansung mengkontak Gus Rahmad dan membenarkan Halimah berada ditempatnya untuk mencari perlindungan. Halimah kemudian kami jemput untuk pemeriksaan soal penemuan bayi. Halimah mengakui yang menelantarkan bayi dekat rumah Kasban (kakeknya) sendiri itu dirinya sendiri,” imbuh Isharyata.

 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat undang undang darurat dengan ancaman kurungan 6 sampai 10 tahun. “Kalau penelantaran tersebut mengakibatkan bayi meninggal, diancam kurungan 10 sampai 15 tahun penjara,” pungkasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *