Tiga Bandit Spesialis Sepeda Dilumpuhkan Polsek Waru, Begini Aksinya

Oktober 7, 2017

WARU – Unit Reskrim Polsek Waru Polresta Sidoarjo berhasil meringkus tiga pelaku pencurian sepeda angin milik Muhammad Rusli Kurnia (24), warga Perumahan Grand Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Tiga pelaku tersebut yakni Abdul Rokib (20), warga Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Rochmad Romadhoni Kustiawan (18) warga Keluragan Kali Rungkut, Kecamatan Rungkut Surabaya dan satu pelaku yang masih di bawah umur berinisial FS.

Kanit Reskrim Polsek Waru Iptu Untoro mengatakan, penangkapan spesialis pencurian sepeda angin tersebut bermula saat korban mendengar suara berisik dari halaman rumah sekitar pukul 01.30 WIB.

“Karena penasaran, korban mencari sumber suara tersebut. Namun, saat membuka pintu rumah, korban kaget mendapati dua orang asing menuntun sepeda angin miliknya. Spontan, korban berteriak maling,” ucapnya, Sabtu (7/10/2017).

Mendengar suara teriakan korban, para tetangga langsung keluar dan melakukan pengejaran para pelaku yang langsung menggeletakkan barang curiannya dan masuk kedalam mobil. Namun, usaha itu gagal.

Sementara itu, salah satu warga langsung menghubungi petugas polisi. Seketika itu, kepolisian yang mendapat laporan, langsung menyebar anggotanya sampai menggelar operasi sepenggal jalan. Hasilnya, petugas mendapatkan mobil dengan ciri-ciri yang sama dan sopirnya tersangka FS.

“Saat kami berhentikan dan melakukan penggeledahan, terdapat barang bukti berupa catut besi dan senjata tajam jenia pedang. Seketika itu, mereka kami amankan,” terangnya.

Ia menjelaskan, penanganan satu tersangka berinisial FS berbeda dengan dua pelaku lainnya. Penyidik harus melibatkan petugas dari Bapas Kelas I Surabaya. “Usianya 17 tahun. Miris, masih punya masa depan panjang tetapi malah berbuat tindak pidana,” sesalnya.

Dihadapan petugas, pelaku mengaku bukan pertama kalinya melakukan pencurian tersebut. Dua pekan lalu, ia berhasil mencuri sepeda angin dikawasan parkiran GOR Delta. “Sasarannya sepeda angin. Dalam aksinya, mereka selalu membawa mobil dari pinjam, karena mudah membawa barang hasil curiannya,” katanya.

Rochmad salah satu pelaku mengaku, sepeda curian pada aksi pertama laku Rp 1,5 juta. Hasilnya digunakan untuk foya-foya. Misalnya, pesta minuman keras (miras). “Semua tinggal di Rungkut, Surabaya. Sudah kenal lama karena sering nongkrong bersama,” pungkasnya. (alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *