Target PAD Meningkat, Komisi B Minta Genjot Pendapatan PBB

September 27, 2017

Ketua Komisi B Bambang Pujianto

SIDOARJO- Komisi B (keuangan dan perekonomian) DPRD Sidoarjo meminta agar Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo meningkatkan target pendapatan dari PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Pasalnya, masih banyak tunggakan PBB yang belum dibayar oleh Wajib Pajak (WP).

Dengan minimnya tunggakan PBB, diharapkan bisa menggenjot pendapatan, terutama tahun 2018 nanti. “Kalau dimaksimalkan target pendapatan dari PBB cukup besar,” ujar Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, H. Bambang Pujianto.

Bambang menambahkan, jika dilihat dari data yang ada, belum maksimalnya pendapatan dari PBB karena masih banyaknya penunggak pajak. Ada WP yang belum bayar PBB sampai bertahun-tahun.

Selama ini, lanjut politisi Gerindra tersebut, kesadaran WP untuk membayar PBB tepat waktu masih cukup rendah. “Biasanya kalau ada transaksi jual beli tanah, WP langsung melunasi tunggakan PBB,” tandas Bambang.

Data yang diperoleh dari BPPD Sidoarjo, tahun 2017 ini ada kenaikan sekitar 11 ribu untuk Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB di Kab Sidoarjo. Atau jumlahnya sebanyak 780 ribu.

Sedangkan target pendapatan PBB tahun 2017, sebesar Rp191 miliar. Sedangkan tahun 2016 sebesar Rp164 miliar, tapi terealisasi Rp 168 miliar.

Anggota Komisi B Hadi Subiyanto


Melihat dari proyeksi WP PBB yang terus meningkat dan banyaknya pajak PBB yang belum dibayar, maka tidak salah jika target pendapatan dari sektor ini dinaikkan dua kali lipat. “Kalau melihat potensinya, pendapatan dari PBB tahun 2018 bisa naik dua kali lipat,” tandas anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Hadi Subiyanto.

Karena itulah, BPPD perlu mendata berapa tunggakan PBB yang masih belum terbayar. Hadi Subiyanto yakin jika penunggak PBB masih cukup besar.

Termasuk bertambahnya SPPT PBB karena faktor ada obyek pajak baru dan pemecahan dari SPPT yang ada. “Dengan adanya SPPT PBB baru ini akan menambah pendapatan dari sektor ini,” tegas Hadi Subiyanto.

Politisi asal Golkar tersebut menjelaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2017 sekitar Rp 1,325 triliun. Pendapatan sebesar itu, diantaranya dari PBB sekitar Rp 200 miliar, pajak restoran Rp 61 miliar, retribusi pasar sekitar Rp 12 miliar.

Selanjutnya, pendapatan dari parkir berlangganan sekitar Rp 30 miliar, retribusi Rusunawa sekitar Rp 1 miliar. “Sisanya dari pendapatan lainnya,”jelas Hadi Subiyanto.

Melihat proyeksi PAD yang masih bisa dimaksimalkan, maka pihaknya optimis PAD tahun 2018 akan meningkat diatas 15 persen. Biasanya, tiap tahun kenaikan PAD yang ditarget Pemkab Sidoarjo kisaran 11 persen.

Karena itulah, dalam pembahasan di Komisi B akan menggali potensi yang bisa menaikkan PAD. Terutama sektor pajak yang perlu digenjot.

Ditanya berapa target kenaikan PAD tahun 2018, Hadi Subiyanto mengaku masih akan di bahas di komisi. Kendati demikian, pihaknya sudah mempunyai data-data proyeksi dari sektor apa yang perlu dinaikkan.

Hadi Subiyanto mengaku, salah satu pendapatan baru yang mulai digarap tahun ini adalah Tera. Dengan adanya UPTD Tera, diharapkan tahun 2018 sudah bisa memaksimalkan potensi pendapatan. Apalagi obyek yang Tera cukup banyak, mulai dari SPBU sampai timbangan pedagang pasar tradisional. (st-12/advetorial DPRD Sidoarjo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *