Mahasiswa UMSIDA Deklarasi Perang Terhadap Narkoba

September 9, 2017

SIDOARJO – Sekitar 2000 Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), mendeklarasikan perang terhadap narkoba di halaman Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Jl Raya Surabaya-Malang, Sidoarjo, Sabtu (9/9/2017).

Deklarasi yang merupakan salah satu rangkaian acara Forum Taaruf Mahasiswa (Fortama) itu, dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mugni, Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jawa Timur, Ria Damayanti dan Wakil Gubernur Jawa Timur H. Syaifulah Yusuf.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jawa Timur, Ria Damayanti dalam sambutannya menjelaskan berbagai macam dampak narkoba. Ia juga menghimbau agar masyarakat khususnya para mahasiswa di Umsida, untuk tidak sekali-kali mencoba segala macam jenis narkoba.

“Jangan sekali-kali memakai narkoba. Karena kalau sudah terkena narkoba, pilihannya adalah mati, rehabilitasi, penjara dan semuanya itu tidak enak,” ucapnya.

Wakil Rektor I Akhtim Wahyuni mengatakan, peredaran narkoba saat ini sangat kejam. Peredarannya tidak hanya menyasar pada usia dewasa, para pelajar pun juga menjadi sasarannya. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi tersebut untuk upaya pencegahan. “Karena kita tahu narkoba membidik siapa saja. Maka dari itu dunia kampus juga perlu dibentengi dengan hal semacam ini,” ucapnya

Masih kata Akhtim Wahyuni, acara Fortama yang bertajuk “Penguatan pendidikan karakter mahasiswa untuk indonesia berkemajuan” itu, pihak Universitas Muhammadiyah Sidoarjo juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Kabupaten Sidoarjo serta melakukan penandatanganan MoU.

“Selain sosialisasi tentang narkoba, kami juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan agar seluruh mahasiswa yang belum terdaftar dalam keluarganya, bisa terdaftar disini dan kami wajibkan. Karena program ini penting bagi masyarakat, khususnya para mahasiswa,” ucap.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur H. Syaifullah Yusuf sangat berterima kasih kepada pihak Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Karena terus melakukan inovasi-inovasi baru dan memperbaiki infastruktur demi kenyamanan mahasiswanya.

“Saya ingin kampus ini menjadi inspirasi bagi kampus lain. Karena lembaga pendidikan tidak hanya memenuhi prosedur, melainkan harus memiliki inovasi agar menghasilkan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” terangnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *