Disperindag Sidoarjo Launching Kantor Metrologi Legal, Tahun Depan PAD Ditarget Rp 1,2 Miliar

September 5, 2017
Ekbis Headline Indeks   232 views

SIDOARJO- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo terus melengkapi fasilitas uji tera. Salah satunya dengan mendirikan Kantor Metrologi Legal.

Dengan adanya Kantor Metrologi Legal, diharapkan bisa melindungi konsumen. Disperindag melakukan tera ulang terhadap berbagai alat ukur dengan standart yang sudah ditentukan.

Kepala Dinas Disperindag Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan selain melindungi konsumen, dengan adanya tera juga akan menambah pendapatan. “Pendapatan dari uji tera cukup besar,” ujarnya saat mendampingi Bupati Sidoarjo Saiful Ilah di Pendopo dalam Launching Kantor Metrologi Legal Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Selasa (5/9/2017).

Fenny menambahkan, pihaknya berupaya selalu dan berusaha untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen agar perdagangan bisa berlaku jujur. Karena itulah, kantor UPT Metrologi yang lebih layak akan segera dibangun di lahan kawasan Lingkar Timur seluas sekitar 6000 M2.

Saat Launching, Fenny juga menunjukkan kepada Bupati Sidoarjo H. Saiful llah, alat cap tanda tera (CTT) yang baru diterima dari Kementerian Perdagangan tersebut. “CTT ini resmi dan dikirim dari Kementerian Perdagangan. Tera ulang bisa untuk segala jenis timbangan di perusahaan, pasar, SPBU dan lainnya,” terangnya lagi.

Sedangkan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengatakan setelah ada kantor UPT, pengecekan atau tera ulang terhadap alat ukur bisa dilakukan sewaktu-waktu. Dengan begitu pihak yang akan melakukan pengecekan alat ukur bisa terlayani dengan baik.

Saiful Ilah menjelaskan, saat ini, petugas Disperindag yang berkompeten melakukan praktek tera ulang ini, ada dua petugas. Keduanya juga sudah lulus pendidikan soal tera ulang selama 8 bulan.

Saiful llah menambahkan, dengan alat ini, para konsumen tidak perlu merasa tertipu saat melakukan transaksi perdagangan dengan menggunakan berbagai alat ukur. Ada sebuah tanda khusus terhadap alat ukur yang sudah dilakukan tera ulang dan ini dilakukan secara berkala. “Ada seperti stempel pada alat ukur yang sudah dilakukan tera ulang oleh petugas,” jelas Saiful Ilah.

Disebutkan Saiful llah, pendapatan Kabupaten Sidoarjo dari tera ulang berbagai alat ukur perdagangan sampai bulan Agustus ini mencapai Rp 311 Juta dari target pertahun yang ditetapkan setiap tahunnya sebesar Rp 300 Juta.

“Dengan kewenangan yang diberikan kepada Disperindag Kab Sidoarjo ini dalam melakukan tera ulang sendiri, tahun depan kita naikkan targetnya menjadi Rp1,25 milyar setiap tahunnya,” pungkas Bupati Sidoarjo dua periode tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Sidoarjo, Dana Riawati mengatakan setelah tera diserahkan ke Pemkab Sidoarjo pihaknya sudah berupaya memenuhi fasilitas yang diperlukan. Dengan demikian, diharapkan bisa menambah pendapatan dan memberi kenyamanan konsumen.

Fasilitas penunjang tera akan dilengkapi bertahan. Berikut progres uji tera setelah ditangani sendiri oleh Disperindag Sidoarjo.

1. Kantor UPTD Metrologi Legal Kabupaten Sidoarjo sudah berdiri di Kantor Eks Dinas Pasar, GOR Jl. Pahlawan,

2. Rencana Tahun Anggaran 2018, lewat usulan DAK, Disperindag mengajukan Pembangunan Kantor Metrologi Legal di Lingkar Timur dengan luasan lahan 6.000 m2,

3. Cap Tanda Tera (CTT) diterima oleh Disperindag Kabupaten Sidoarjo dari Kementerian Perdagangan (Direktorat Metrologi Bandung) kepada 2 pegawai berhak penera, sebagai alat bukti cap kalau UTTP (Alat Ukur Takar Timbang) tersebut sudah dilaksanakan Tera/Tera Ulang oleh petugas..

4. PAD Retribusi Tera Tahun Anggaran 2017 dipatok sebesar 300 Juta, namun sampai dengan bulan Agustus 2017 sudah mencapai 311 juta

5. Tanggal 6 September 2017 UPTD Metrologi Legal Sidoarjo sudah resmi melaksanakan Tera/ Tera Ulang sendiri. Jadi tidak ada ketergantungan lagi dengan pihak BSML Jogjakarta.

6. Pegawai berhak Penera sementara baru ada 2 orang. Selanjutnya Disperindag mengusulkan 4 orang lagi sebagai Pegawai Berhak Penera ke Direktorat Metrologi Bandung.

7. Apabila mendapati pelanggaran, sesuai dengan Perda Nomor 11 Tahun 2012 BAB VIII Pasal 26. Sanksi Pidana Kurungan paling lama 3 bulan, atau denda paling banyak Rp 25.000.000. (st-12)

Jadwal Uji Tera

1. Hari Rabu, 6 Sept 2017
PT INDONESIA PRATAMA
MULTIPACK
Jl. By Pass Krian -Sidoarjo
Timb Jembatan kap. 60 T

2. Hari Kamis, 7 Sept 2017
PT. ARDILA
Tulangan – Sidoarjo
12 timbangan pengisi

3. Hari Jum’at, 8 Sept 2017
PT. ARDILA
Tulangan – Sidoarjo
6 timbangan pengisi
dan 1 timbangan elekt

3. Hari Senin, 11 Sept 2017
PT. ARDILA
Tulangan -Sidoarjo
Timb. Jembatan kap. 60 T

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *