RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Seminar Edukasi Tumbuh Kembang Anak

SIDOARJO- Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggelar seminar deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak, Minggu (20/8/2017). Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman terhadap orang tua terkait perkembangan anaknya.

Seminar yang bertempat di Aula Darun Na’im, lantai III RSI Siti Hajar ini dihadiri sekitar 100 ibu-ibu dan remaja. Mereka diberi edukasi seputar deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak, dari dokter spesialis anak dr. Moersintowarti dan dokter spesialis THT dr. Prijanti.

Sebelum mendapatkan materi seputar deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang anak. Peserta diajak senam bersama dan diberikan contoh tata cara mencuci tangan yang baik.

Dengan antusias, peserta mengikuti dan menirukan gerakan instruktur. Mereka selanjutnya menuju ruang seminar.

 
Kepala marketing RSI Siti Hajar Sidoarjo, Riza Ahmadi Tohir mengatakan seminar ini digelar untuk memberi pemahaman kepada orang tua bagaimana merawat dan menjaga anaknya. Mengingat, selama ini masih ada orang tua yang belum mengetahui cara melakukan pendampingan kepada anaknya.

Terutama anaknya yang masih berusia balita hingga anak memasuki usia sekolah. “Peserta seminar diberi bekal bagaimana merawat dan mendampingi anaknya,” jelas Riza.

 
Riza menambahkan, narasumber yang dihadirkan profesional dan berkualitas di bidangnya. Dalam kesempatan itu juga dijelaskan tumbuh kembang anak dan THT, saling berkaitan.

Tumbuh kembang juga berpengaruh dengan THT. “Semua dokter yang menjadi narasumber dari RSI Siti Hajar Sidoarjo. Sedangkan pesertanya masyarakat Sidoarjo dan sebagian sudah menjadi pasien dari dokter spesialis,” ujar Riza.

Dengan adanya kegiatan ini, lanjut Riza, diharapkan bisa mengedukasi masyarakat luas sekaligus mempromosikan Rumah Sakit Islam Siti Hajar bahwa saat ini sudah berkembang mulai dari segi pelayanan maupun segi spesialis.

Sedangkan dokter spesialis anak, dr. Moersintowarti, menjelaskan, tumbuh kembang anak yakni seorang anak yang ukuran dan kemampuannya bertambah. Untuk mengetahui tumbuh kembang anak yang optimal bisa dilihat dari fisis biologis seperti makanan, imunisasi.

Menurut Moersintowarti, Imunisasi merupakan ikhtiar untuk mencegah penyakit. Anak juga perlu bermain dengan baik. “Hal-hal penting dalam deteksi tumbuh kembang anak diantaranya memasang timbangan, mengukur tinggi badan dan lingkar kepala, menghitung umur anak dan lain sebagainya,” tandasnya.

Selain itu, orang tua juga harus menciptakan rasa aman, nyaman, melindungi. Anak harus diperhatikan minatnya, keinginan, pendapat dan stimulasi juga sangat penting.

Salah satu peserta seminar kesehatan, Vivi Wahyuni (32) warga Kwadengan Sidoarjo mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Dia mengakui sebelum mengikuti seminar banyak kebiasan yang salah dilakukan kepada anaknya.

Seperti melarang anak untuk ini dan itu. Padahal menurut dokter, anak yang melakukan sesuatu hal itu merupakan reaksi dari proses pertumbuhannya dan tidak boleh dilarang, melainkan harus didampingi. “Sekarang saya sudah tahu bagaimana melakukan pendampingan kepada anak. Ke depan akan saya rubah kebiasaan yang salah,” aku ibu tiga anak itu. (st-12)