Imbas Pemasangan Paku Bumi Tol Porong-Gempol, Tembok Rumah Warga Kesambi Retak

Agustus 6, 2017

PORONG – Sebagian tembok rumah warga di Desa Simo Kesambi, Kecamatan Porong, Sidoarjo, mengalami retak akibat diduga dampak dari pemasangan paku bumi atas pembangunan Tol Porong-Gempol (TGP), Sabtu (05/08/2017).

Yanuar Wibowo (27), salah satu warga RT 14, Desa Kesambi mengatakan, beberapa bulan terakhir, tembok rumah yang dihuninya mengalami retak-retak. “Karena getaran pemancangan paku bumi, tembok rumah saya kena dampaknya, yakni jadi retak,” kata Yanuar.

Menurut pantauan sidoarjoterkini, retaknya tembok tersebut selebar 0,5 cm dengan panjang sekitar 2 meter. Keretakan tersebut terjadi di dua sisi sehingga hampir membelah tembok rumahnya.

Ia menuturkan, pengerjaan proyek sejak januari 2017 lalu itu, berlangsung mulai pukul 07.00 WIB dan selesai pukul 17.00 WIB. Warga sekitar telah meminta kepada proyek pembangunan, yaitu PT WIKA dan PT Waskita, untuk tidak melakukan pembangunan pada malam hari karena dinilai mengganggu aktivitas warga.

“Dan sekarang kami kena dampaknya. Mulai tembok retak dan terganggu saat aktivitas pada malam hari,” sambungnya.

Senada dengan pernyataan Munali (50), warga sekitar. Dirinya mengaku rumahnya kini juga mengalami retakan-retakan kecil. Saat pengerjaan itu dimulai, rumahnya ikut bergetar ketika pekerja menancapkan paku bumi.

“Getarannya kuat, membuat kusen pintu-pintu kamar bergeser sehingga tidak bisa menutup dengan benar. Kalau diteruskan, mungkin kami di RT 13 akan seperti RT 14 nantinya, retak parah,” imbuh Munali.

Baik Yanuar dan Munali menginginkan adanya pertanggungjawaban dalam bentuk konpensasi ke warga. Yanuar dan Munali menyatakan telah bertemu dengan pimpinan proyek namun tak ada titik temu yang tercapai.

Kedua warga tersebut mengungkapkan saat pembangunan Jalan Arteri Porong pada 2011 silam, warga mendapatkan konpensasi sejumlah uang dan saat pembangunan jalan tersebut, tidak ada kendala berarti yang berdampak pada warga.

“Mungkin karena tidak memasang paku bumi. Meski pembangunan jalan tol sekarang berada di tengah Arteri, tapi memakai paku bumi sehingga efek getarannya berpengaruh ke warga,” ujarnya.

Munali menyatakan jika tidak ada respon cepat dari pihak pengembang, warga akan melakukan demo di areal proyek. Saat ini, warga telah meminta pekerja proyek untuk berhenti bekerja sampai ada pertemuan lanjutan.

Di dalam proyek sendiri, para pekerja tidak melakukan aktivitas pembangunan. Tidak ada pekerja yang mau memberikan keterangan terkait keluhan warga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *