SMK Plus NU Sidoarjo Launching Sekolah Tanpa Buku

Agustus 5, 2017

SIDOARJO – Guna mempermudah sistem pembelajaran siswa-siswi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Plus Nahdlatul Ulama’ di Jl Monginsidi, Kelurahan Bluru, Sidoarjo, melaunching Sekolah Berbasis Teknologi, Sabtu (05/08/2017).

Program yang dilaunching langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur H. Syaifulah Yusuf tersebut, hadir diantaranya, Kepala Pengurus Wilayah LP Ma’arif Jawa Timur Prof. DR. Abd Al Haris Al Muhasibi, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur DR. Saiful Rachman dan Rois Surya NU Kabupaten Sidoarjo KH. Ahmad Rofiq Siroj.

Kepala Sekolah SMK Plus NU, Mohammad Fatchul Djinan mengatakan, lounching Sekolah Berbasis Teknologi ini, merupakan yang pertama kali di Kabupaten Sidoarjo. Sekolah berbasis teknologi ini juga untuk mempermudah para pelajar dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Dilaunchingnya program ini, mereka tidak lagi menggunakan buku, tapi menggunakan tab. Semua siswa diwajibkan. Jadi, satu siswa dikasih satu tab. Namun, bagi warga yang tidak mampu yang diterima di sekolah ini, kami berikan secara gratis,” ucapnya.

Program sekolah berbasis teknologi tersebut, lanjut Mohammad Fatchul Djinan, ada bermacam-macam. Diantaranya Aplikasi Onklas yang mendukung sistem pembelajaran online secara terpadu menyediakan konten modul, bedah soal, ujian online, penilaian siswa sesuai kurikulum yang berlaku, raport tumbuh kembang pendidikan siswa ke wali murid, informasi dan pesan sampai dengan cetak raport online.

Yang tak kalah menariknya yakni program “Less Cash Money”, program ini digunakan untuk semua keperluan transaksi yang ada di sekolah, sehingga orang tua tidak perlu lagi kerepotan memberikan uang tunai dan semua pengeluaran otomatis akan terpantau oleh orang tua.

“Dengan kartu Less Cash Money ini, siswa tidak perlu lagi membawa uang. Jadi cukup dengan membawa kartu tersebut. Selain itu, orang tua bisa memantau pengeluaran anaknya selama di sekolah,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur H. Syaifulah Yusuf sangat mengapresiasi dengan adanya Sekolah Berbasis Teknologi ini. Karena, dalam hal kekhawatiran orang tua, wali murid bisa memantau keberadaan anaknya. “Semua pelayanannya online. Sehingga memudahkan murid, guru maupun orang tua. Selain itu, orang tua juga bisa memantau apakah anaknya sekolah atau tidak,” ucapnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya berharap, supaya sekolah-sekolah lain bisa mengikuti program ini. Karena, di jaman yang serba teknologi seperti saat ini, mau tidak mau siswa akan berhadapan dengan dunia teknologi.

“Setelah lulus yang dihadapai adalah dunia teknologi, jadi perlu keterampilan untuk bisa mengerti dan memahaminya. Saya menyambut baik, mudah mudahan ini menginspirasi sekolah-sekolah yang lain,” pungkasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *