Kasus Pembunuhan Belum Terungkap, Keluarga Korban Datangi Mapolresta Sidoarjo

Agustus 5, 2017

SIDOARJO – Muniah ibu kandung Bagus Dwiyanto (20), yang jasadnya ditemukan tewas di Sungai Desa Kraton, Kecamatan Krian, Sidoarjo tepat usai sholat idul adha tahun lalu, mendatangi Mapolresta Sidoarjo, Jum’at (04/08/2017).

Kedatangan Muniah, didampingi Sumardi penasehat hukum keluarga korban, untuk menanyakan kejelasan kasus kematian anaknya yang diduga dianiaya oleh sekelompok pemuda usai menonton musik dangdut di kawasan Balongbendo, yang hingga kini belum terungkap.

“Kami kesini hanya ingin menanyakan perkembangan kasusnya. Sampai dimana dan siapa yang menganiaya anak saya hingga ditemukan meninggal disungai tahun lalu,” katanya.

Pihaknya menduga kalau Bagus Dwiyanto dianiaya oleh sekelompok pemuda sebelum jasadnya ditemukan tewas oleh warga di sungai. Waktu kejadian itu, ada juga beberapa saksi yang melihat. “Ada korban lain yang juga diduga dikritik,” imbuh Sumardi.

Ia meminta bantuan kepada Polresta Sidoarjo untuk benar-benar membantu dalam pengungkapan pelaku pengeroyokan itu. “Kami berharap agar segera terungkap siapa pelaku atau pembunuhnya. Terus terang ini merupakan beban bagi keluarga,” paparnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Harris mengaku ada dugaan penganiayaan terhadap korban, sebelum ditemukan meninggal dunia. “Sampai kini kasus ini terus kami dalami untuk mengungkap siapa pelakunya, ” tegasnya.

Harris menambahkan, selama ini pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap adanya dugaan penganiyaan sebelum meninggalnya korban. Tapi pihaknya masih belum menemukan hasil dan bukti yang yang kuat.

“Kami sudah maksimal. Kendala atau kesulitan bagi kami, belum menemukan saksi yang bersedia memberikan keterangan, ” imbuh mantan Kapoksek Simokerto Surabaya itu.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *