Divonis 8 Tahun Penjara Karena Setubuhi Pacar, Ribut Malah Tersenyum

Agustus 3, 2017

SIDOARJO – Entah apa yang ada dalam benak Ribut Sugiono (28) warga Desa Bebekan Selatan, Kecamatan Taman itu. Divonis bersalah dalam kasus pencabulan malah cengengesan di depan hakim yang menyidangkan di PN Sidoarjo Rabu (02/08/2017).

Ribut divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 8 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Mulyono karena mencabuli FAD (15), yang tak lain kekasihnya sendiri. 

Seusai hakim membacakan amar putusan,  terdakwa malah cengegesan dihadapapan majlis hakim di ruang sidang utama Delta Kartika tersebut. 

Putusan hakim ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut 12 tahun penjara. Bapak satu anak itu tetap menerima putusan yang dijatuhkan majlis hakim. “Saya jalani yang mulia,” ujar terdakwa sambil cengegesan usai ditanya terkait upaya banding atau tidak atas putusan tersebut. 

Dalam amar putusan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan terhadap kekasihnya FAD (15), yang dilakukan berkali-kali selama kurun waktu mulai Bulan Juli-Oktober 2016 lalu di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Usai merenggut keperawanan korban yang masih dibawah umur itu, Ribut yang sudah memiliki istri dan seorang anak itu,  akhirnya kedoknya terbongkar.  Sebelum jatidirinya terbongkar,  terdakwa menjanjikan akan menikahi korban.

Selama berpacaran dengan korban, Ribut selalu mengeluarkan kata-kata manis hingga FAD jatuh ke pelukannya.  Setelah berhasil berkali-kali menggauli korban,  terdakwa malah lari dari tanggung jawab.

“Itu merupakan perbuatan yang salah dan melanggar hukum. Apapun alasanya itu melanggar hukum,” tandas hakim.

Perbuatan terdakwa itu terbukti melanggar hukum sesuai diatur dalam pasal 81 Ayat 2 UU RI tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Pertimbangan hakim yang memberatkan terdakwa karena pernah didiadili dalam perkara penyalahgunaan narkoba dan pembobolan tahanan Polsek Taman hingga akhirnya kakinya ditembak tersebut. Sedangkan yang meringankan putusan hakim,  karena terdakwa berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *