Rampas Barang WNA Asal India, Warga Jember dan Myanmar Ditangkap Polisi

Juli 24, 2017


SIDOARJO – Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo, berhasil meringkus Y.A seorang WNA asal Myanmar dan A.M.Y (33), warga Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Jember di Bali setelah merampas barang milik V.P seorang WNA asal India.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, penangkapan kedua tersangka ini bermula dari laporan korban, bahwa barang-barang miliknya dirampas oleh kedua tersangka di Jl raya Baypass saat hendak liburan ke Bali.

“Setelah mendapat laporan itu, kami langsung melakukan penyelidikan di Bungurasih tempat ia menginap dan Jember tempat tersangka menyewa mobil, hingga akhinya kedua tersangka berhasil diamankan di Bali setelah kami ketahui kalau mobil yang disewa itu untuk ke Bali,” ucapnya, Senin (24/07/2017).

Adapun kronologis kejadian ini, lanjut Himawan, berawal saat korban V.J dan dua temannya yakni G.S dan P.K berangkat ke bandara New Delhi India dengan tujuan Indonesia untuk liburan ke Bali selama 11 hari.

Setibanya di Bandara Juanda, ketiganya naik taksi yang dikemudikan tersangka Y.A berencana untuk menginap di hotel Bungurasih. “Kejadian ini sebelumnya sudah direncanakan. Karena, usai mengantar korban, tersangka balik ke Jember untuk menyewa mobil dan kembali ke Bungurasih,” terangnya.

Setelah tiba di Bungurasih, korban V.P dan G.S diajak kedua tersangka sekaligus istri dari tersangka Y.A berkeliling mencari makan. Ketika mendapatkan kedai makan dikawasan Krian, korban G.S dan istri tersangka Y.A turun. Sedangkan tersangka Y.A dan A.M.Y terus melakukan perjalanan bersama korban.

“Nah, diperjalanan itulah tersangka langsung merampas tas milik korban. Karena korban enggan memberikan tasnya, korban langsung dipukul dan tas korban yang di dalamnya berisi uang USD 3000, 2 handphone serta paspor diambil secara paksa hingga kemudian korban diturunkan,” ucapnya.

Tak puas dengan merampas barang milik V.P, tersangka juga merampas barang milik G.S dan P.K saat perjalanan menuju ke Bali, hingga akhirnya uang hasil rampasan itu dibuat foya-foya di Pulau Dewata tersebut. “Tersangka juga sempat menelphone dan mengancam keluarga korban yang berada di India untuk memberikan uang,” terangnnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *