Kunjungi Korps Marinir Pasmar-1, Wakasal Beri Arahan Prajurit Petarung Sebelum Latihan

Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman makan nasi bungkus bersama prajurit petarung di Bhumi Marinir Brigif-1, Mar, Gedangan.


(SIDOARJOterkini)- Wakil Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, mengunjungi prajurit petarung Korps Marinir, di Bhumi Marinir Brigif-1 Mar, Gedangan Sidoarjo. Selasa (09/05/2017).

Kedatangan Wakasal di Bhumi Marinir Brigif-1 Mar tersebut di dampingi Danlantamal V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, S.E., dan di sambut oleh Danpasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Lukman, S.T. M.Si (Han) beserta para pejabat teras di jajaran Pasmar-1, dalam rangka mengecek secara langsung prajurit Pasmar-1 yang akan melaksanakan latihan TW.II TA.2017 Pasmar-1 yang akan dilaksanakan di Malang Selatan dan Karang Tekok Banyuwangi.

Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman mengecek kesiapan prajurit petarung Korp Marinir Pasmar-1

Dalam arahannya, Wakasal memberikan penjelasan terkait kebijakan pimpinan TNI AL yang harus dipahami oleh seluruh prajurit, bahwa tugas dari TNI AL dalam keseharian adalah membina kekuatan dan kesiapan, pembinaan kekuatan akan dilakukan oleh Markas Besar tentunya dengan merespon adanya masukan dari Satuan-satuan bawah yaitu terkait bagaimana kita melengkapi alutsista, perlengkapan, doktrin dan sebagainya. Alutsista prajurit Korps Marinir mulai dari perlengkapan perorangan sampai dengan kendaraan tempur akan terus diperbaharui dan ditingkatkan.

Pembinaan kesiapan itu adalah berada juga di Satuan-satuan pembinaan, baik di Armada, Korps Marinir dan Pasmar-1 dan kita jangan menggunakan anggaran latihan untuk anggaran diluar itu, kita kurangi mainset kita yang ingin dipuji dengan melakukan tindakan tindakan yang menguras energy kita, menguras tenaga kita, jangan kita minta diakui, tapi biarkan mereka mengakui karena kapasiti dan kapabiliti kita, artinya performa kita dalam melaksanakan tugas.

Wakasal menekankan jika Marinir adalah pasukan pendarat, berbeda dengan Satuan-satuan lain. “Kita dilatih, dibentuk, dipersenjatai, untuk melakukan tugas-tugas sesuai dengan pasukan Marinir,” ujarnya.

Kemudian untuk latihan kedepan yang dilakukan, Wakasal minta perhatikan keamanan untuk diutamakan. Pasalnya para prajurit dituntut untuk bisa bertempur. “Tugas kita melaksanakan dan memenangkan. Lakukan latihan yang realistik, oleh karena itu latihan ini saya minta jangan dipermudah persoalan tapi beri permasalahan yang menantang untuk semua tingkatan, baik para prajurit sampai Komandan Kompi,” jelas Wakasal lagi.

Diakhir kunjungannya Wakasal beserta para pejabat teras lainnya melaksanakan makan bersama seluruh prajurit Korps Marinir dan dilanjutkan dengan melihat secara langsung para prajurit yang sedang melaksanakan latihan Drill kesenjataan Infanteri dan terjun payung dari prajurit Yontaifib-1 Mar.(st-12/ Dispen/Kormar)