Saluran Air Tol Waru-Sidoarjo Terlalu Kecil, Komisi C DPRD Sidoarjo Kecewa

(SIDOARJOterkini)- Beberapa saluran air dibawah tol Waru-Sidoarjo dinilai terlalu kecil. Dikhawatirkan akan mengakibatkan banjir saat hujan turun.

Harusnya, saluran air diperlebar agar tidak banjir.. “Ada sejumlah saluran air dibawah jalan tol Waru-Sidoarjo terlalu kecil,” ujar Ketua Komisi C Abdillah Nasich.

Nasich menjelaskan harusnya ketika Jasa Marga melebarkan ruas tol Waru-Juanda, saluran air juga diperbaiki. Kenyataannya, saluran air dibuat mengikuti saluran air yang sudah ada.

Politisi PKB tersebut mengaku, ada saluran air yang lebarnya masih besar bola. “Tanggung, sekalian bongkar jalan kan harusnya saluran airnya dibuat yang lebih besar juga,” terangnya.

Bukan hanya itu, dalam sidak itu juga ditemukan adanya sungai kecil yang dibelokkan dan sepertinya ditutup dekat kawasan Kahuripan Nirwana Village (KNV). Untuk itu, Komisi C akan memanggil pihak terkait untuk menjelaskan kenapa sungai kecil itu dibelokkan.

Abdillah Nasich juga menyayangkan kenapa pihak Jasa Marga tidak berkoordinasi dengan pemkab terkait saluran air. “Saluran air dan sungai iti kewenangan pemkab, harusnya koordinasi dulu bagaimana enaknya,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi C Ahmad Amir Aslichin. Menurutnya, untuk sungai besar yang ada dibawah ruas tol Waru-Sidoarjo sudah cukup baik.

Namun, untuk saluran air lainnya terlalu kecil. “Kalau terlalu kecil bagaimana cara normalisasinya. Kalau saluran dangkal, maka air akan mengakibatkan banjir,” tegas Amir Aslichin.

Sementara itu, Pimpro proyek pelebaran tol Waru-Sidoarjo, Jasa Marga Hidayatullah mengatakan pihaknya membuat saluran air mengikuti saluran yang sudah ada. “Kita hanya meneruskan saluran yang sudah ada,” ucapnya.

Hidayatullah mengaku pihaknya hanya bertugas menyelesaikan proyek pelebaran jalan tol Waru-Sidoarjo itu. Untuk pengelolaannya menjadi tanggung jawab Jasa Marga Cabang Surabaya. (st-12)