Perekrutan Perangkat Desa di Kecamatan Tulangan Bermasalah, Ada Nilai Hasil Tes Peserta Dimanipulasi, Pelantikan Ditunda

Mei 3, 2017

(TULANGANterkini) – Pelantikan calon perangkat desa di Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, ditunda. Karena, diduga ada manipulasi besaran nilai antara hasil nilai online dan nilai manual terkait perekrutan perangkat desa tersebut. Bahkan, ditengarai dengan adanya permintaan uang agar peserta tes bisa lolos.

Pelantikan perekrutan perangkat desa yang seharusnya dilakukan Selasa (02/05/2017) kemarin terpaksa ditunda. Sejauh ini, belum bisa dipastikan kapan pelantikan terhadap peserta yang dinyatakan lolos tes tersebut akan dilantik.

Salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa dari hasil tes yang ditandatangani peserta, ada peserta lain yang nilainya tidak sama dengan nilai online. “Ada peserta yang secara manual nilainya 90, tapi nilai online berubah menjadi 95,” katanya.

Ia menambahkan, di desa yang lain juga ada peserta yang awalnya nilai 50, berubah menjadi 95 di nilai online yang ada di server Kecamatan Tulangan. Peserta yang nilai online-nya menjadi 95 itu merupakan kerabat kepala desa. Namun, karena tidak mau bermasalah akhirnya meski lolos kemudian digagalkan.

“Jadi otomatis ujian untuk nilai 53 dilakukan. Dan hasilnya nilai tertinggi 57 itupun posisinya keponakannya salah satu orang kecamatan. Apa iya databasenya bermasalah,” tandas peserta tes perangkat desa.

Karena dianggap ada kejanggalan, beberapa peserta tes menanyakan ke pihak panitia. Namun, panitia mengaku kalau jawabannya hilang. Mereka juga menganggap ada dugaan kolusi. Karena, ada peserta yang mengaku ditawari uang mulai Rp 40 juta sampai 75 juta agar bisa lolos tes.

“Kami minta agar pelantikan calon perangkat desa ditunda dan kami mendesak agar permasalahan ini diusut tuntas terlebih dahulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Tulangan Abdul Wahib saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku tidak benar jika ada peserta tes yang dimintai uang agar bisa lolos tes. “Kalau ada siapa yang ditawari dan yang menawari, tunjukkan orangnya,” ujarnya.

Sedangkan ketika ditanya terkait dugaan manipulasi nilai dengan tujuan meloloskan peserta “titipan”, Abdul Wahib belum bisa menjelaskan. Dia mengaku masih menghadiri kegiatan di luar kota. “Nanti saja kalau sudah pulang dari luar kota saya jelaskan,” pungkasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *