Pasca Perahu Terguling, Beberapa Perahu Tambang Dilarang Beroperasi

April 20, 2017

(SIDOARJOterkini) – Pasca insiden perahu tambang terguling yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia dan satu hilang, aktifitas perahu tambang di Kabupaten Sidoarjo dilarang beroperasi. Larangan tersebut dikarenakan kurang layaknya perahu serta tidak memenuhi standart.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawita mengakui penyeberangan melalui perahu tambang, memang sudah ada sejak dulu. Namun,kebanyakan warga masih belum bisa mempertimbangkan dari segi keamanan serta keselamatan saat melakukan penyeberangan.  

“Masih banyak perahu yang tak layak jalan atau beroperasi. Terutama dari segi keamanan, harus-nya perahu ini menjadi pertimbangan bagi warga saat menggunakannya,” katanya Rabu (19/04/2017). 

Pasca kejadian ini, pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah memikirkan bagaimana aktifitas warga tak terganggu dan keselamatan terjamin. “Sejauh ini belum ada regulasi, tapi sekarang sudah dibahas oleh Pemprov Jatim agar kejadian tersebut tak terulang lagi. Terutama untuk keselamatan warga,” tambahnya. 

Ia menambahkan, pemerintah akan mendata berapa jumlah perahu yang layak maupun tak layak jalan. Untuk saat ini, pemerintah mempersilahkan perahu yang layak untum tetap beroperasi. Namun, bagi perahu yang tak layak, tetap dihimbau agar tidak beroperasi. “Dalam jangka panjangnya, pemerintah juga akan membuat jembatan penyeberangan yang menghubungkan dua kabupaten tersebut,” pungkasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *