Belajar Produksi Sabu Sendiri, Pria asal Taman ini Ditangkap Polisi

April 17, 2017


(SUKODONOterkini) – Satresnarkoba Polresta Sidoarjo melakukan penggerebekan di rumah kontrakan kawasan Desa Sukodono RT 05 RW 01, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo yang digunakan membuat Narkoba jenis shabu, Senin (17/04/2017).

Dalam penggerebekan itu, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka Ainur Huri (37), asal Desa Kedung Turi, Kecamatan Taman, Sidoarjo dan sabu-sabu seberat 0,50 gram serta bahan baku pembuatan Narkoba.

Kasat Reskoba Polresta Sidoarjo, Kompol Sugeng Purwanto mengatakan, penangkapan terhadap pekerja buruh pabrik itu berdasarkan dari informasi masyarakat, kalau di kawasan tersebut terdapat seseorang yang memproduksi sabu.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan terbukti, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka dirumahnya. Namun, petugas tidak menemukan sabu-sabu,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Sugeng, penggeledahan juga dilakukan di rumah kontrakannya yang disewa setahun di kawasan Desa Sukodono RT 05 RW 01, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo dan petugas berhasil menemukan barang bukti berupa shabu seberat 0,50, dua pipet kaca bekas pakai, satu botol plastik berisi cairan hitam, satu buah alat bong dan satu pak kertas saring kopi.

Tidak hanya itu, barang bukti lainnya berupa bahan baku pembuatan narkoba seperti satu buah kompor, satu pak plastik kecil, tiga plastik isi garam, satu botol soda api, satu bungkus plastik pupuk ZA, dua buah liquid zippo serta sejumlah bahan lainnya juga berhasil diamankan.

“Pelaku ini sebenarnya sudah berhasil membuat sabu, hanya saja bahannya kurang satu yaitu efedrin atau pseudoefedrin,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto.

Menurut pengakuan tersangka, dia kesulitan mendapatkan bahan tersebut di toko kimia. Sebab dia tidak bisa menunjukkan surat keterangan dari instansi terkait. Sugeng menambahkan, bila pelaku sukses mendapatkan efedrin tersebut, maka bisa memproduksi sabu satu ons per hari. “Pelaku ini juga belajar otodidak dari internet, ” kata Sugeng.

Meskipun baru pada tahap mencoba meracik, tersangka tersebut tetap dikenai pasal 113 ayat 1 junto pasal 132 atau pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku terancam penjara 5 hingga 15 tahun.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *