Dilantik, ISNU Sidoarjo Fokus Pada Isu Energi dan Pangan

Maret 29, 2017


(SEDATIterkini) – Pelantikan sekaligus Musyawarah Kerja (MUSKER) pertama, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Sidoarjo fokus pada isu pangan dan energi. Hal itu ditegaskan sekertaris jenderal ISNU Drs. Muhammad Khalid Syeirazi, Msi saat memberikan arahan pada acara pelantikan dan Musker ISNU cabang Sidoarjo di gedung GreenSA yang mengambil tema ” ISNU , peluang dan tantangannya menyongsong satu abad NU ” , selasa (28/3/2017) .

“Sekarang kita harus mulai menggarap disektor pangan dan energi, karena di bidang itu masih sedikit digarap oleh pemuda-pemuda Nahdiyin, maka dari itu diharapkan hasil musker pertama ini menghasilkan ide dan gagasan yang baik dan terukur dalam kedua bidang itu,” ungkap Sekjen ISNU.

Dalam acara pelantikan dan dilanjutkan dengan agenda Musker pertama tersebut, selain dihadiri oleh pengurus dari PP. ISNU juga nampak undangan lain yang hadir dari perwakilan perguruan tinggi, ormas, OKP, NGO dan tamu undangan lainnya.

Diharapkan, keberadaan ISNU sebagai organisasi badan otonom dari NU , mampu berkiprah dan memberikan sumbangsih positif kepada warga nahdliyin dan masyarakat secara umum. Pelantikan dan Musker ini dijadikan sebagai bagian konsolidasi internal organisasi dan momentum untuk merumuskan program kerja ISNU Sidoarjo.

Pada kesempatan yang sama, ketua ISNU Sidoarjo Muhammad Sholehudin menyampaikan harapannya terkait eksistensi ISNU Sidoarjo kedepan.
“Sidoarjo merupakan basis warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) dan banyak sekali sarjana-sarjana yang berkualitas, maka tidak salah pelantikan dan musker ini kami mengusung tema, ISNU, Peluang dan Tantangan Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama,” cetus Sholehudin.

Selain soal isu pangan dan energi, ketua ISNU Sidoarjo mengingatkan tantangan besar yang dihadapi NU maupun bangsa Indonesia saat ini.
“Tantangan kita yang paling besar adalah kita dihadapkan dengan faham radikalisme, sekulerisme, dan dampak negatif ekonomi global , maka untuk menghadapi itu kita harus merapatkan barisan dengan memperkuat orang-orang NU (Nahdliyin) dengan cara lebih mengNUkannya” pungkasnya. (mhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *