Keluarga Korban Pembunuhan Dikenjeran, Berharap Pelaku Dihukum Berat

Maret 24, 2017


(GEDANGANterkini) – Jenazah Denny Ariessandi korban pembunuhan yang ditemukan di tepi jalan sebelah Utara Kenjeran Park Surabaya, Jum’at (24/03/2017), tiba dirumah duka di Perumahan Maspion, Cluster Beryl Blok B3, Desa Bangah, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Kedatangan jenazah tersebut, disambut isak tangis keluarga.

Linda, tante korban kaget setelah mendapat kabar dari pihak kepolisian kalau keponakannya menjadi korban pembunuhan. Ia seakan tak percaya, karena selama ini korban dikenal baik oleh tetangga maupun temannya dan tidak merasa punya musuh. “Saya mendapat kabar dari pihak polisi sekitar pukul 11.00 WIB. Setahu saya, anaknya itu tidak punya musuh,” ucapnya.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini sudah sekitar 6 bulan menjadi sopir Grab. Sebelumnya, korban sempat dilarang oleh keluarga karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, karena untuk manambah penghasilan buat anak semata wayangnya yang hendak menginjak sekolah dasar, keluarga merelakan pekerjaan itu. “Paginya bekerja di ekspedisi dikawasan Betro, Sedati. Kami kawatir, karena kerjanya itukan malam. Berangkat jam 10, pulang jam 5 pagi,” katanya.

Ia menambahkan, Pihak keluarga berencana akan menyemayamkan jenazah suami Sandra ini, pada Sabtu (25/03) pukul 10.00 WIB besok di pemakaman kawasan Keputih di Gereja GKMI, Kelurahan Dukuh Kupang, Surabaya. “Kami sekeluarga berencana memakamkan di Surabaya besok,” ujarnya.

Atas pembunuhan sadis dengan luka sebanyak lebih dari 32 akibat tusukan benda tajam ini, pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian yang menimpa keponakannya itu dan berharap agar pelaku dihukum berat. Karena kejadian ini, bukan kasus biasa. “Bayangkan, 32 tusukan di sekujur tubuh. Saya rasa pelaku tidak satu orang,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan, penemuan sesosok mayat pembunuhan di tepi jalan sebelah Utara Kenjeran Park Surabaya, Kamis (23/03) kemarin, dengan sejumlah luka tusuk akibat senjata tajam ditubuh maupun dileher, bahkan salah satu mata korban mengalami pendarahan, membuat geger warga Kenjeran, Surabaya. Pembunuhan sadis itu, diduga pelaku lebih dari satu orang.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *