Seminar Pengobatan Refleksologi Islam di Tropodo, Bisa Sembuhkan Ketergantungan Narkoba


(WARUterkini)- Dalam rangka ziarah Wali Songo, Tuan Guru DR . HJ. Jahid HJ. Sidek Al Khalidi tidak menyia-nyiakan kesempatannya untuk berbagi ilmu pengobatan refleksologi spiritual islam di Sidoarjo dan mengisi seminar tasawwuf di sejumlah daerah di Jawa Timur

“Kedatangan saya ke Indonesia ini, tak ada tujuan lain, kecuali mempererat hubungan silaturrahmi dan berbagi ilmu yang bermanfaat sesuai dengan yang ada dalam Alquran,” katanya usai dalam seminar di Lembaga Pendidikan Alfalah Darussalam Tropodo Minggu (19/3/2017).

Mursyid Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah di Malaysia itu menambahkan, metode pengobatan yang diajarkan menggunakan kaedah “hadd” (pukulan), pijatan dan siraman air yang dibarengi dengan ikhtiar dan meminta kepada Allah SWT dengan membaca ayat Alquran. “Semua penyakit yang dalam tubuh manusia, bisa sembuh dengan dibarengi memohon kepada Allah SWT,” imbuhnya.

Tuan Guru menambahkan, siapapun yang sudah mahir dalam praktek refleksologi spiritual islam, akan bisa mengurangi ongkos yang dikeluarkan untuk pengobatan. “Saya sendiri, kalau ada keluarga sakit, saya pijit bagian tubuh yang ada sambil meminta kesembuahan kepada Sang Pencipta,” jelasnya

Di negara asalnya, selama 20 tahun praktek, Tuan Guru banyak mendapatkan pasien yang mengalami berbagai macam penyakit jasmani maupun rohani. Bahkan ada juga yang ketergantungan soal Narkoba.

Dari praktek yang dilakukannya, pasien pecandu Narkoba disuruh meminum air yang dicampuri jeruk nipis, garam halus dan dibacakan ayat suci Alquran. Dari situ pasien lansung muntah dan dilakukan pijitan dan sebagainya, hingga semua beban menyadarkan pikirannya. “Alhamdulillah sekarang tidak ketergantungan dan bahkan semakin giat dalam memperdalam ilmu agama,” pujinya.

Sementara Mislachuddin Jawahir salah santri rombongan Tuan Guru mengaku, selama di Indonesia, pimpinannya itu akan berziarah ke Wali Songo. Selain melakukan giat ziarah, gurunya itu akan mengisi seminar internasional tasawuf dengan tema “Tarekat di Indonesia – Malaysia, Antara Tantangan dan Masa Depan” di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan, Universitas Yudharta Senin (20/3/2017) pagi, dan hari berikutnya pengajian di sebuah pondok pesantren di Malang. “Tujuan utama ke Indonesia adalah membangun silaturrahmi, berbagi ilmu yang bermanfaat,” pungkasnya. (mhm)