Forum PAC Minta Ketua DPC Gerindra Diganti

Maret 19, 2017


(SIDOARJOterkini)- Sejumlah perwakilan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerindra dibawah struktur Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerindra Sidoarjo menggelar forum pertemuan di sebuah Cafe, Jalan Cemengkalang, Sidoarjo, Sabtu,(18/3/2017)

Dengan tujuan mendiskusikan uneg-uneg kepengurusan DPC Gerindra Sidoarjo yang saat ini dinahkodai M. Rifai. Pertemuan itu di hadiri sebanyak 6 Ketua PAC Gerindra yakni Tarik, Prambon, Balongbendo, Candi, tanggulangin dan Sidoarjo dari 18 PAC di Sidoarjo.

Padahal, rencananya pertemuan itu dihadiri sekitar 15 PAC. Meski demikian, pertemuan itu akhirnya selesai menjelang tenggah malam.

Perwakilan setiap ketua ditingkat Kecamatan itu menyampaikan keluhan selama ini. PAC Tarik misalnya, menyebutkan jika pergantian Ketua PAC Tarik tidak melalui mekanisme Partai.

“Selama ini tidak sesuai aturan partai, tiba-tiba ada pergantian, itu sampai tiga kali,” kata Ketua PAC Tarik, M. Tria Septa. Dia mengaku selama ini masih memegang SK yang sah sebagai ketua PAC setempat.

Ditambahkan Ketua PAC Prambon Suyono. Pihaknya mengaku setiap momentum politik seperti Pilkada, Pileg dan Pilpres yang lalu justru orang lain yang berkiprah.

“Malah kami sebagai penggurus tidak dilibatkan, termasuk masalah anggaran juga tidak pernah dilibatkan,” ujarnya.

Selain itu, Ketua PAC Balongbendo Suparno juga angkat. Dia mengaku ada beberapa oknum pimpinan DPC Gerindra tidak layak sebagai pimpinan.

“Ada beberapa oknum sudah saya cap sebagai pimpinan yang tidak layak,” akunya.

Alasannya, sambungnya, selama menjadi Ketua PAC pihaknya tidak pernah diajak koordinasi perkembangan internal partai. “Bagaimana perkembangan dan membesadkan Gerindra kedepannya, kami tidak pernah diajak bicara, padahal saya siap untuk itu tanpa pamrih,” jelasnya.

Sementara ketua PAC lainnya yang ikut dalam pertemuan tersebut juga mengeluh terkait persoalan tersebut. Pihaknya sudah menyampaikan persoalan itu, namun tak juga mendapat tanggapan.

“Kami ini juga masih sebagai Ketua PAC yang sah, mempunyai SK, tapi tidak pernah dilibatkan apapun,” tambah Ketua PAC Candi, Hanafi.

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Sidoarjo, M. Rifai saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya justru mempertanyakan forum PAC yang melakukan pertemuan menuntut kepengurusan saat ini untuk diganti.

“Sebagi kader Gerindra yang baik ya, boleh-boleh saja seperti itu. Tapi, dilihat dulu forum PAC yang mana, dari mana dan siapa orang-orangnya?,” ujarnya, saat dihubungi melalui seluler.

Rifai menegaskan, partai Gerindra bukanlah seperti partai yang lain atau seperti Gerindra yang dulu. Menurutnya, andaikata ada pergantian atau perubahan pengurus, maka akan dilakukan sesuai mekanisme yang benar.

“Tidak rapat dalam forum terbuka itu, kan ada kantornya kok, masak mereka engga tau kalo ada kantor segede itu,” tanyanya.

Mantan Kades Sidodadi, Taman itu mempersilahkan jika ada kader yang ingin menyampaiakan aspirasinya. Akan tetapi, penyampaian itu dilakukan secara prosedur menurut aturan organisasi AD ART.

Ia pun menegaskan, sampai saat ini hingga Pilpres 2019 mendatang dirinya masih tetap menjabat. “Apapun dan bagaimanapun upaya mereka untuk mengganti tidak akan terwujud,” pungkas pria yang hoby Moge itu.(mhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *