PMII Unsuri Pertanyakan Kinerja DPRD Sidoarjo

Maret 13, 2017


(SIDOARJOterkini)- Aksi Demonstrasi Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sunan Giri Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo pertanyakan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo. Demonstrasi pertanyakan itu terkait terbengkalainya 14 rancangan peraturan daerah (raperda) yang mangkrak selama tahun 2016.

” 14 dosa besar DPRD Sidoarjo,” teriak Bakrie Irawan kordinator lapangan demonstrasi, senin (13/3/2017)
Menurut Bakrie , panggilan karib Bakrie Irawan menjelaskan , 14 dosa besar DPRD terkait kinerja DPRD selama tahun 2016. Menurut data yang dipunyainya, dari rencana 36 raperda yang harus diselesaikan selama tahun 2016 hanya mampu diselesaikan sebanyak 22 buah raperda menjadi peraturan daerah .
” Hal itu menunjukkan , banyak tugas DPRD Sidoarjo tak terselesaikan,” teriak Bakrie saat orasi.

Lebih lanjut, menurut korlap demonstrasi ini memaparkan, DPRD merupakan representasi rakyat , yang seharusnya bekerja untuk rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan.
” Namun pada kenyataannya kinerja DPRD Sidoarjo saat ini perlu dipertanyakan bekerja untuk siapa? Bekerja untuk rakyat atau bekerja untuk partai ? ” papar Bakrie.
14 Raperda yang semestinya diselesaikan , seperti Perda Pembuangan Limbah Domestik, Perda Penanggulangan HIV / AIDS, dan lainnya .

Dalam aksinya para mahasiswa mengaku kesal terhadap perlakuan aparat kepolisian yang menjaga demonstrasi dan anggota DPRD yang rencananya menerima mereka di ruangan komisi A.

Setelah mengungkapkan kekesalannya dengan menyanyikan lagu lagu perjuangannya, mereka membubarkan diri. (mhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *