Berdalih Izin Belum Turun, Warga Bangah Produksi Pupuk Ilegal

Maret 10, 2017

(SIDOARJOterkini) – Satreskrim Polresta Sidoarjo mengamankan Soemadi (58), warga Jl Bangah Jaya Indah, Desa Bangah, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Kamis (09/03/2017), karena memproduksi dan mengedarkan pupuk yang tidak mengantongi ijin.

Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo, AKP Samsul Hadi mengatakan, penangkapan pemilik industri pupuk organik berbentuk cair itu berawal dari sebuah informasi masyarakat bahwa, di kawasan Gedangan terdapat produksi pupuk yang diduga ilegal.

“Saat kami tindaklanjuti dan melakukan penyelidikan, ternyata benar di rumah tersangka ada ratusan botol pupuk ilegal. Kalau dilihat dari kemasannya, pupuk ini sangat bagus, namun tidak mengantongi izin,” ucapnya, Jum’at (10/03/2017).

Kepada penyidik, lanjut Samsul, tersangka mengaku kalau sudah pernah ijin melalui online. Tapi, surat ijin itu tidak kunjung keluar, sehingga tersangka nekat memproduksi pupuk tersebut dengan dibantu seorang karyawan. “Bahan bakunya ia peroleh dari Malang dan Surabaya,” katanya.

Dalam produksinya, tersangka mampu membuat pupuk sebanyak 100 botol per dua hari dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Adapun hasil yang ia peroleh per dua hari, tersangka meraup keuntungan hingga Rp 800 ribu. “Untungnya Rp 800 ribu dan seorang karyawannya, sehari digaji Rp 50 ribu. Tersangka memproduksi sejak bulan agustus 2016,” terangnya.

Mantan Wakapolsek Buduran, Polresta Sidoarjo ini menambahkan, peredaran pupuk tersebut di kawasan Pacitan, Ngawi, Ponorogo, Madium, Magetan. “Jualnya kepada orang yang ia kenal saja dan selalu menunggu telephone dari pesanan,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 60 ayat 1, pasal 30 ayat 1 UU No. 12 tahun 1992 tentang budidaya pangan dan pasal 120 ayat 1, pasal 53 ayat (1) huruf b UU No. 13 tahun 2014 tentang perindustrian. “Ancamannya 5 tahun penjara dan denda maksimal tiga miliar,” pungkasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *