Inilah Klarifikasi Ansor Sidoarjo Terkait Pengajian Khalid Basalamah

Maret 7, 2017

(SIDOARJOterkini)- Setelah kejadian peenolakan Ansor terhadap Penceramah Khalid Basalamah muncul banyak isu dan berita baik di Media online dan sosial Media. Diantaranya Ansor membubarkan majlis ilmu, Ansor merusak masjid, gereja dijaga namun kegiatan ilmu sesama muslim dibubarkan dan banyak berita miring yang muncul.

Inilah klarifikasi GP Ansor Sidoarjo yang disampaikan Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin. Yakni yang ditolak bukanlah majlis ilmunya sebagai bukti ketika basalamah turun diganti ustadz lain kita tdk mempermasalahkan.

Saat forum mediasi oleh kapolresta antara MWC NU, Ansor, Panitia dan pengurus Masjid. Kapolresta meminta bukti rekaman / contoh ceramah Cholid Basalamah yang dianggap memprovaksi dan rentan menimbulkan konflik? Ansor sudah menyiapkan tiga video bagaimana Kholid Basalamah menelanjangi ajaran lain.

Yakni, menyalahkan aliran lain tanpa memahami duduk permasalah, mensyirikkan tampa perbandingan dalil. “Inilah yang kemudian kami anggap menjadi pokok persoalan,” ujar Riza.

Menurut Riza, perbedaan madzhabnya tapi bagaimana menghargai perbedaan. Ansor dan NU sudah terbiasa berbeda faham dengan muhammadiyah dan aliran lain yang seiman bahkan dengan agama lain namun tdk ada provokasi dan tetap hidup dengan rukun dan damai.

Ketika terjadi negoiasi dengan Kapolresta, panitia menyatakan bahwa yang ceramah bukan Khalid Basalamah melainkan CD rekaman. Inilah gaya mereka berbohong. Dan ketika kita mengetahui bahwa yang berceramah adalah asli Cholid Basalamah maka Ansor merasa dibohongi.

Ansor tetap sabar dan tetap pada koridor negoisasi dan memercayakan pada pihak kepolisian. Namun Apa yang terjadi? berita yang beredar di media, Ansor melakukan pembubaran dan bentrok bahkan merusak masjid. “Tidak ada satupun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori oleh Ansor maupun Banser NU,” tandas Riza.

Disaat situasi sudah tenang dan selesai karena ada kesepakatan MOU bahwa panitia akan menghentikan ceramah Kholid Basalamah serta tdk akan menaikkan mimbar lagi bahkan pengurus masjid tidak akan mengundangnya dikemudian hari. Situasi sudah tenang Ansor dan Banser mau pulang tiba tiba ada laporan bahwa, Ketua PAC Ansor tulangan dipukul jamaah pegajian.

Pemukulnya sudah diamankan polisi, Ketua PAC atas nama Zaini tidak melawan. Bahkan saat di Mapolsek Gedangan, Zaini memaafkannya kerena islam yang diajarkan para pendiri NU adalah islam yang ramah. Atasnama ukhuwah islamiyah pelaku yang mengaku warga KamalKamal, Madura dimaafkan.

Selain melakukan penolakan terhadap penceramah Cholid Basalamah, PC GP Ansor juga meminta untuk melakukan Tabayyun, berdialog dan berbagi ilmu dengan Kholid Basalamah. Tujuannya menjaga tradisi keilmuan sekaligus ingin menghilangkan kesalahfahaman.

Nnamun permintaan ditengah negoisasi itu tidak kesampaian karena Ansir konsentrasi atas hasil kesepakatan (MOU) untuk mendinginkan suasanas. Mudah-mudahan kedepan cita-Cita mempertemukan antara Kholid Basalamah dengan Kyai NU akan terselenggara. (mhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *