Dialog Kebangsaan, Danramil Buduran Minta Peserta Hafalkan Pancasila

Maret 6, 2017


(BUDURANterkini)- Pancasila sebagai ideologi negara, harus dipahami bersama dengan membuka wacana dan dialog di dalam masyarakat, khususnya pemuda. Dengan demikian dapat menjawab tantangan Indonesia masa depan.

Kenyataannya, pemahaman akan nilai-nilai Pancasilai belum sepenuhnya dipahami oleh generasi muda. “Salah satunya karena kurangnya pendidikan tentang nilai-nilai pancasila sejak dini. Pendidikan Pancasila di sekolah makin lama, makin hilang,” ujar Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) Kapten Karyo Edi dalam acara dialog Publik yang di selenggarakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Center For Economic Development and Sosial Transformation (CENTRA) kerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Republik Indonesia (Bakesbangpol RI) di Aula MWC NU Buduran Sidoarjo Sabtu, (4/3/2017).

Sebagai prajurit, Danramil Karyo Edi paham betul terkait Pancasila, mulai dicetuskannya sampai upaya-upaya penghianatan terhadap dasar negara tersebut. Namun, sampai sekarang Pancasila masih tetap menjadi ideologi bangsa Indonesia.

Namun yang disayangkan adalah, sejak Reformasi, Pancasila seolah dianggap tidak penting lagi. “Pancasila sebagai ideologi bangsa jangan diperdebatkan lagi. Namun, bagaimana kita dan anak cucu kita nanti tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” tandas Karyo Edi.

Dialog publik dengan tema “Kontra Indikasi Terhadap Ancaman Pancasila” tersebut menghadirkan pula pembicara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo Abd Rouf. Sedangkan pesertanya diikuti para pelajar, mahasiswa, dan beberapa organisasi lain.

Dalam pemaparannya ketua PWI Sidoarjo menyampaikan bagaimana seharusnya peran Media dalam menanggapi isu-isu terkait ancaman terhadap pancasila “Kita dari media berusaha menjalankan fungsi edukasi kepada masyarakat. Termasuk ikut ideologi Pancasila,”cetusnya saat memaparkan materi.

Masih menurut Rouf, peran media sangat central terhadap hal yang mengancam tegaknya idiologi pancasila, karena banyak hal yang terjadi di republik ini yang berawal dari media, “Peran media sangat central terhadap tegaknya ideologi Pancasila. Karena itulah, berita yang mengandung edukasi bukan provokasi yang harus diutamakan,” tutup wartawan Koran SINDO tersebut.

Sementara Direktur Lembaga CENTRA Indra Dwi Wibowo selaku panitia acara mengatakan, bangsa ini harusnya bangga memiliki Pancasila sebagai ideologi yang bisa mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Pancasila adalah konsensus nasional, yang dapat diterima semua paham, golongan dan kelompok masyarakat di Indonesia.“Pancasila adalah pemersatu bangsa dalam wadah NKRI,” sebutnya.

Dalam dialog kebangsaan ini, Danramil Buduran Karyo Edi juga meminta salah satu peserta maju membacakan Pancasila mulai sila satu sampai lima. Salah satu peserta yang maju hafal sila-sila Pancasila, walaupun saat membacakan sila ke empat tidak lancar.

Kenpa ini dilakukan, karena saat ini banyak generasi muda yang tidak hafal Pancasila. Apalagi untuk mengamalkan nilai-nilai ideologi bangsa itu. “Jangan sampai nanti generasi penerus kita tidak hafal Pancasila, maka pendidikan Pancasila sejak dini sangat penting,” tutup Karyo Edi. (mhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *