Jadi Tersangka Jual Beli TKD Untuk Korban Lumpur, Notaris Rosidah Akhirnya Ditahan

Februari 24, 2017


(SIDOARJOterkini)- Penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo akhirnya menahan Notaris Rosidah ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya, Medaeng, Waru, Sidoarjo, Kamis, (23/2/2017)

Sebelum dijebloskan ke tahanan, Rosidah terlebih dahulu diperiksa secara intensif selama lima jam diruang pidana khusus. Penahanan itu menyusul setelah sepekan yang lalu, Kamis (16/2/2017), Rosidah ditetapkan sebagai tersangka.

Dia terjerat kasus dugaan korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Kedungsolo, relokasi Renojoyo Desa Kedungsolo, Kecamatan Jabon.7

Kasi Pisdus Kejari Sidoarjo, Adi Harsanto SH, menyatakan penahanan dilakukan sudah dipertimbangkan secara matang-matang. “Karena alasan subyektif dan objektif, termasuk untuk mempermudah proses penyidikan,” ujarnya.

Masih menurut Adi, peran Rosidah dalam kasus tersebut merupakan Notaris yang mengeluarkan Akta Jual Beli (AJB) dan Ikatan Jual Beli (IJB) dilahan seluas 10 hektar relokasi perum Renojoyo, Desa Kedungsolo Kecamatan Jabon.

“Padahal, lahan seluas 10 hektar itu didalamnya terdapat lahan TKD seluas 2,8 hektar. Aset Desa Kedungsolo itu tidak pernah ada pelepasan,” jelasnya, dengan didampingi Kasi Intelijen Andri TW.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang diubah dengan UU Nomor 20 thaun 2001 tentang Tipikor  dengan ancaman minimal 4 tahun penjara. 

Dalam kasus yang sudah delapan tahun warga memperjuangkan untuk segera keluar sertifikat itu, pihak penyidik terus mengembangkan kasus tersebut. “Akan terus kita kembangkan, tidak menutup kemungkinan akan bakal ada tersangka lainnya,” pungkasnya.(mhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *