Dugaan Korupsi Bansos 32 Desa di Sidoarjo, Giliran Mantan Sekretaris AKD Jatim Ditahan

Februari 22, 2017


(SIDOARJOterkini)- Kejaksaan Negeri Sidoarjo menetapkan tersangka sekaligus menahan Muh Moezamil ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Delta Sidoarjo Jl Sultan Agung. Moezamil merupakan tersangka kedua dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Jawa Timur 2013, yang diterima 32 desa di Sidoarjo.

Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo Adi Harsanto SH mengatakan, pihaknya telah memeriksamemeriksa tersangka secara intensif pada Selasa (21/2/2017). Penyidik menemukan dua alat bukti untuk menaikkan status kami dari saksi menjadi tersangka. “Pukul 20.30 WIB, tersangka kami tahan untuk mempermudah proses penyidikan,” katanya, Rabu (22/2/2017).

Sebelumnya, penyidik Sidoarjo sudah menetapkan tersangka dan menahan koordinator yang memotong anggaran bansos yang juga mantan Kades Kepatihan, drg Anang Suhari.

Adi mengungkapkan, peran Moezamil dalam kasus dugaan korupsi bansos yang diterima desa di Sidoarjo cukup strategis. “Tersangka membantu dan bekerjasama dengan tersangka Anang dalam kasus tersebut,” ungkapnya.

Moezamil pada saat itu merupakan Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Jawa Timur. “Tersangka juga pernah tersangkut kasus yang sama (Bansos APBD Jatim 2013) di Ponorogo,” ujarnya

Dalam kasus yang sama itu, mantan Kades Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung itu baru bebas menjalani kurungan. Dia divonis bersalah Pengadilan Tipikor Jatim 1 Tahun 4 bulan. “Tersangka baru satu tahun keluar dari penjara menjalani hukuman dengan kasus yang sama,” jelas mantan Kasi Pidsus Kejari Sumenep itu.

Perbuatan pria 57 tahun itu dijerat pasal 2 dan 3, jo Pasal 11 dan 12 huruf E Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan pihak lain kasus Bansos yang seharusnya digunakan pembangunan infrastruktur itu. Sebab, kini penyidik tengah mendalami kasus dugaan korupsi Bansos yang anggaranya dipotong hingga mencapai 70 persen dari anggaran yang dikucurkan bervariasi kisaran Rp. 120 juta hingga Rp. 145 juta itu.

Terlebih penyidik juga sudah memanggil sejumlah saksi dari Ketua dan Bendahara Pokmas dan sejumlah Kepala Desa. Begitu juga saksi Sugiarto, narapidana Rutan Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang dijebloskan Kejari Pasuruan dalam kasus Bansos yang diduga mengetahui persoalan Bansos yang kini tengah disidik oleh Kejari Sidoarjo. (mhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *