Polda Jatim Gerebek Pabrik Jamu Ilegal Beromzet Miliaran Rupiah di Balongbendo

Februari 10, 2017

(BALONGBENDOterkini) – Pabrik jamu ilegal di Komplek Industri dan Pergudangan Satria Eco Park di Jl Raya By Pass KM 33,2, Desa Balongbendo, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo digrebek oleh Ditreskrimsus Polda Jatim, Jum’at (10/02/2017).

Kapolda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Machfud Arifin, S.H. mengatakan, bahwa penggerebekan itu berawal pada (07/02), penyidik Polda Jatim mendapatkan informasi bahwa di Jatim banyak beredar jamu ilegal. Berdasarkan informasi itu, penyidik langsung bertindak dan mencari keberadaan beredarnya jamu ilegal tersebut.

“Memang kasus ini sudah menjadi TO kami sejek lama. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata barang itu berada dirumah saksi FW di Desa Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean Gresik. Kemudian diikuti rutenya, ternyata produksinya ada di pergudangan Kecamatan Balongbendo ini,” katanya.

Irjen Pol Machfud Arifin yang didampingi Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Muh Anwar Nasir menambahkan, peredarannya jamu ilegal ini hampir diseluruh Kota di Jawa Timur. Dalam satu hari, pabrik mampu mengirim 2 truk produk jamu dengan nilai jual Rp 60-80 juta.

“Omset perbulan mencapai Rp 1,8 miliar. Tapi ini kan sangat berbahaya bagi penggunanya, dikira asli padahal paslu. Untuk komposisinya, masih kita cek di Laboratorium,” ucapnya.

Seementara itu, saat penggerebekan, pemilik ataupun pelaku tidak ada ditempat. Sehingga petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1,141 kardus jamu berbagai merk, 25 kardus etiket berbagai merk jamu, 16 drum palstik berisikan cairan jamu, 15 dandang pemasak, sampai ratusan kardus berisikan jamu siap edar.

“Identitas pemilik sudah kita ketahui, tinggal kita tunggu saja hasil penangkapannya dan saya minta tersangka agar menyerahkan diri, itu lebih bagus,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 197 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 120 UU RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 106 UU RI No. 7 tahun 2014 tentang perdagangan.

“Pelanggarannya ini tentang kesehatan yang ancamannya 15 tahun penjara dan denda maksinal 1,5 milyar juga bisa dikenakan undang-undang perdagangan dan perindustrian yang ancamannya 4 tahun dan denda 10 miliar serta bisa juga pasal perlindungan konsumen,” pungkasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *