Akhir Kisah Begal Sadis Jabon, Anak Tewas Dimassa, Bapak Tewas Ditembak Polisi

Februari 3, 2017


(SIDOARJOterkini) – Dapi 44, salah satu pelaku begal yang membacok Poniran 48, warga Kedungpandan, Kecamatan Jabon tewas ditembak polisi. Pimpinan begal sadis itu melawan petugas saat mencari barang bukti clurit.

Sedangkan satu pelaku lainnya, Nizar ditangkap Polda Jatim dalam kasus pencurian dengan pemberatan. Sebelumnya dua rekan Dapi meninggal dunia di massa (Herman dan Iskardar asal Rembang Pasuruan).

Dapi ditembak oleh petugas karena saat pengembangan, melepas borgol dan berhasil merebut celurit BB dari petugas. Setelah diberi tembakan peringatan tetap saja melawan, akhirnya petugas melumpuhkan hingga tewas.

Dapi ditangkap petugas di tempat persembunyiannya usai kabur ke Sampang, Madura bersama isterinya.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol  Manang Soebeti mengatakan, Dapi merupakan Residivis Jatrantas. Dia tercatat pernah melakukan curas sebanyak 5 kali di wilayah Sidoarjo. “Dapi pernah melakukan curas di Porong, Tanggulangin danJabon,” katanya Jumat (3/2/2017).

Dapi merupakan residivis yang tergolong sadis. Sering kali keluar masuk tahanan diantaranya Lapas Bangil, Madiun dan Lapas Porong. “Pelaku tak segan-segan membacok sasaran korban yang akan di begal,” tambah Manang.

Masih kata Manang, Dapi dilumpuhkan petugas dengan timah panas karena usai menunjukkan celuritnya yang biasa dibuat operasi dan disembunyikan di makam islam Desa Jedokan, Kecamatan Beji, Pasuruan, merusak dan melepas borgol.

Yang mengherankan pelaku Iskandar yang mati dimassa warga Jabon, adalah anak kandung Dapi,” tegas Manang lagi.

Bapak dan anak komplotan begal ini sering beraksi disejumlah wilayah. Terutama kawasan perbatasan Pasuruan dan Sidoarjo.

Sementara korban begal, Poniran sampai kini masih dirawat Di RS Dr Soetomo. Tangan kanan korban, mengalami luka bacok yang parah dan nyaris putus.

Seperti diketahui, dua begal mati dimassa warga Jabon. Saat itu dua pelaku yang menaiki motor Honda Beat, tidak bisa meloloskan diri karena dihadang warga.(mhm)

ei Han

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *