Minta Sultono Dibebaskan, Warga Sidokepung Ngeluruk Polsek Buduran

Januari 25, 2017


(BUDURANterkini) – Ratusan warga Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Rabu (25/01/2017), ngeluruk Polsek Buduran. Hal ini menyusul, warga meminta agar Sultono dibebaskan dari kasus dugaan pengancaman terhadap Kades Sidokepung dengan menggunakan senjata tajam.

Selamet Harianto, korlap aksi mengatakan, kedatangan para aksi ke Mapolsek Buduran tersebut untuk meminta penangguhan penahanan. “Kita sepakat untuk mengajukan surat penangguhan penahanan. Alasannya, waktu itu pak Sultono sama sekali tidak ada unsur ancaman,” katanya.

Menurutnya, Sultono saat membawa parang ke Balai Desa Sidokepung tersebut, karena dirinya diminta keluarganya menyembelih untuk hajatan pada waktu itu juga. “Wajar kalau pak sultono ke Balai Desa. Karena pekerjaannya sebagai salah seorang perangkat desa,” ucapnya.

Oleh karena itu, para aksi ini meminta agar Sultono dibebaskan dari tuduhan tersebut. “Kita kurang tahu pak sultono sekarang dimana. Di Polsek atau Polresta, kita belum tahu. Ya nanti kita tunggu saja, karena kebijakan penangguhannya diputuskan oleh pak Kapolresta,” terangnya.

Sementara itu, Kompol Saibani, Kapolsek Buduran mengatakan, terkait penangkapan Sulton sudah sesuai dengan prosedur. Untuk permintaan penangguhan penahanan oleh para aksi, dirinya tidak mau mengambil keputusan. “Keputusan penangguhan itu ada di pak Kapolresta, kita tidak bisa memutuskan begitu saja,” ucapnya.

Disinggung terkait pengakuan para aksi kalau Sulton tidak ada unsur pengancaman, Saibani mengatakan bahwa itu merupakan hak para aksi untuk melakukan pembelaan. “Itukan hak mereka. Kalau polisi lain lagi, kalau sudah prosedur ya prosedur. Kalau itu pembelaan, mereka kan juga tidak tahu. Kalau menurut mereka tidak sesuai prosedur, ya silahkan saja lapor kepada propam,” katanya.

Selain itu, alasan pihak kepolisian menahan Sulton karena prosedurnya sudah ada. Baik itu saksi-saksi, barang bukti maupun tersangka. “Bukti-bukti sudah ada. Tersangka dikenakan pasal undang-undang darurat yang ancamannya maksimal 10 tahun,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Sultono merupakan mudin di desa tersebut. Ia dilaporkan lantaran membawa senjata tajam oleh Supriadi, Kepala Desa Trosobo yang kebetulan saat itu berada didalam ruangan Elok Suciati, Kades Sidokepung dan diamankan oleh petugas Polsek Buduran, Kamis (19/01).(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *