Terkait Dugaan Penyelewengan Bansos, Kejari Sidoarjo Periksa 32 Kades Dan Pokmas

Januari 17, 2017

Kepala Kejari Sidoarjo HM Sunarto

Kepala Kejari Sidoarjo HM Sunarto


(SIDOARJOterkini) – Sebanyak 32 Kepala Desa dan Kelompok Masyarakat (Pokmas) diperiksa Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Mereka diperiksa terkait dugaan tindak pidana Korupsi Dana Bantuan Sosial dari Provinsi Jawa Timur pada 2013 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, M. Sunarto mengatakan pemeriksaan terhadap puluhan kepala desa dan Pokmas dilatarbelakangi adanya penyimpangan dana Bansos yang diperuntukkan pembangunan desa. Dalam kasus dugaan penyelewengan dana bansos tersebut, Pihak Kejaksaan Negeri Sidoarjo sudah menaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan umum.

“Ada 32 desa dari 12 Kecamatan di Sidoarjo yang kami periksa. Saat ini, mereka masih diperiksa sebagai saksi,” ujar Kajari Sidoarjo, Sunarto, Selasa (17/01/2017).

Naiknya status tersebut, setelah dilakukan pengumpulan data dan keterangan dari berbagai pihak. “Semoga saja dalam waktu dekat bisa dinaikkan statusnya menjadi penyidikan khusus untuk menentukan siapa aktor intelektual dibalik penyalahgunaan dana bansos tersebut,” lanjut Sunarto.

Kejadian itu berawal dari kepengurusan Pokmas yang sengaja dikumpulkan oleh tiga koordinator (nama masih di rahasiakan), untuk mendapatkan informasi terkait penerimaan bantuan sosial dari Pemrov Jatim. Mereka, saat itu diminta untuk membuka rekening Bank Jatim untuk proses pencairan.

“Setelah membuka rekening, para ketua Pokmas menyerahkan nomor rekening ke koordinator Pokmas tersebut. Namun, pada saat pencairan dana bansos yang sudah diketahui sebelumnya, ternyata dana tersebut sudah terpotong. Sehingga berdampak pada pembangunan desa,” jelasnya.

Dari keterangan sementara, dana Bansos yang didapat masing-masing desa bervariasi. Ada yang mencapai Rp. 150 juta, Rp. 170 juta hingga Rp. 200 juta. Sementara, untuk pemotongan dana bansos sendiri juga bervariasi. Diperkirakan mencapai 60 hingga 80 persen dari jumlah dana bansos yang diturunkan oleh Pemprov Jatim.

“Semoga saja secepatnya bisa kami tetapkan tersangkanya,” tandasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *