Antisipasi Banjir Susulan, Dinas PU Tata Ruang Pasang Balok Kayu di Pintu Air Jabon Yang Jebol

Januari 17, 2017

IMG_20170116_151223
(JABONterkini)- Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Pemkab Sidoarjo membenahi tiga pintu air yang rusak tersapu air dan angin puting beliung beberapa hari lalu. “Air yang menggenangi Desa Kedungpandan, Kupang dan Semambung, Kecamatan Jabon sudah surut. Tapi kami khawatir akan meninggi lagi selagi pintu air di avour Gulondoro belum diperbaiki,” ujar Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan, saat melihat kondisi pintu air avour Gulondoro, Kecamatan Jabon yang rusak, Senin (16/1/2017).

Sedangkan untuk memperbaiki pintu air elektrik tersebut tidak memungkinkan segera dikerjakan, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebab, pintu air elektrik tersebut yang membangun BPBD dan saat ini masih masa pemeliharaan.

Sigit mengaku, pihaknya akan memasang balok kayu di dua sisi pintu air tersebut agar ketika ada kiriman air dari Pasuruan dan hujan deras tidak masuk ke avouer Gulondoro. Tiga pintu air itu sementara waktu dibuat permanen. Sedangkan untuk buka tutup pintu air mengandalkan dua pintu air manual yang masih berfungsi.

Mantan Kadis PU Binamarga ini, mengaku balok itu bisa dipasang dalam waktu sehari. “Ini balok kayunya sudah siap tinggal memasang satu sisinya lagi,” tegasnya.

Pintu air darurat itu akan dipasang dengan kedalaman sekitar tiga meter untuk membendung air agar tidak masuk ke avour Gulondoro. Sedangkan jika nantinya pintu air elektrik sudah dipasang, maka pintu air darurat akan dibongkar.

Tiga desa di ujung selatan Sidoarjo yang berbatasan dengan Pasuruan itu selama ini menjadi langganan banjir jika air pasang dan hujan deras serta kiriman air dari Sungai yang berhulu di Pasuruan tersebut. Untuk mengantisipasi banjir, Pemkab Sidoarjo kemudian membangun sejumlah pintu air disejumlah avour yang menghubungkan ke pertambakan dan pemukiman warga.

Semenjak dibangun pintu air, desa-desa di kawasan Jabon ini sudah terhindar dari banjir. Namun, ketika pintu air avour Gulondoro jebol, maka air kiriman tidak bisa dibendung lagi. Sedikitnya tida desa terendam banjir dan ratusan hektar tambak terendam dan terancam gagal panen.(st-13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *