Meninggal Akibat Miras Oplosan, Adik Korban Dan Ketua Bonek Waru Pasrah

img-20170109-wa0023
(SIDOARJOterkini) – Muhammad Azhar Bin Hasan Basri (16), adik Asrul Bin Hasan Basri, korban yang meninggal setelah menenggak miras oplosan yang merupakan anak yatim piatu dan tinggal di rumah dinas balai RW, Desa Waru hanya bisa pasrah dengan peristiwa yang menimpa kakaknya.

“Mau gimana lagi mas, mau ngapa-ngapain juga percuma. Jadi ya diikhlaskan saja,” ucap seorang yatim piatu yang ditinggal orang tuanya sejak tahun 2013, setelah jenazah disemayamkan dipemakaman Desa Waru, Kecamatan Waru, Sidoarjo ini, Senin (09/01/2017).

Kedatangan jenazah kakak dari siswa kelas 9 di SMPN 3 Waru ini, tiba di rumah duka sekitar pukul 08.30 WIB dan disambut warga serta rekan-rekan Bonek semasa hidup korban termasuk Ketua Bonek Waru, Eko Tropiandi.

Ketua Bonek Waru, Eko Tropiandi mengatakan bahwa dirinya sangat kehilangan dengan kejadian yang menimpa teman baiknya itu. Ia juga pasrah dengan kelanjutan kasus tersebut. “Kalau pihak Bonek Pusat berkenan mengusut kasus ini, kami tetap mendukung,” katanya usai pemakaman jenazah.

Sementara itu, korban meninggal akibat miras oplosan ini tidak dialami bonek asal waru saja. Tapi satu dari viking juga dikabarkan meninggal dan satu mengalami kritis. “Kemarin infonya ada anak Kudus yang meninggal dan Singgih mengalami kritis,” kata Rikiyanto (18), salah satu suporter yang turut mendampingi pulangnya keenam jenazah itu.(alf)