Tiga Tahun, Bagi Hasil Terminal Purabaya Tidak Jelas

Januari 5, 2017

Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Sujalil

Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Sujalil


(SIDOARJOterkini)- DPRD Sidoarjo kembali menanyakan bagi hasil pengelolaan Terminal Purabaya dengan Pemkot Surabaya. Sudah tiga tahun bagi hasik untuk Pemkab Sidoarjo belum diberikan.

Padahal, sampai saat ini belum ada kepastian apakah Terminal Purabaya yang berada di Kecamatan Waru tersebut akan diambil alih oleh pemerintah pusat. “Hampir tiga tahun bagi hasil Terminal Purabaya untuk Sidoarjo belum dibayar,” ujar Sekretaris Komisi B (perkonomian dan keuangan) DPRD Sidoarjo, Sujalil, Rabu (4/1).

Selama ini Pemkot Surabaya sering nunggak untuk membayar bagi hasil Terminal Purabaya, bahkan pernah beralasan pengeloaan terminal bus antar kota antar terbesar di Jawa Timur itu rugi. Padahal, jika dilihat dari kondisi terminal cukup ramai.

Sujalil menambahkan, selama ini pihaknya sudah minta data terkait berapa bagi hasil untuk Sidoarjo dari pengelolaan Terminal Purabaya itu. Bahkan, DPRD Sidoarjo beberapa waktu lalu juga sudah ke Surabaya menanyakan terkait bagi hasil terminal itu. “Sampai sekarang, berapa tunggakan yang belum dibayar kami tidak tahu. Yang jelas dari hitungan kami sekitar tiga tahun,” tandas politisi PDIP tersebut.

Dalam setahun rata-rata bagi hasil yang diterima Pemkab Sidoarjo Rp 800 juta. Sedangkan pembagiannya, pemkab dapat 30 persen netto.

DPRD Sidoarjo sebenarnya lebih sepakat jika Terminal Purabaya itu dikelola oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, permasalahan bagi hasil yang sering terjadi hampir tiap tahun itu tidak terjadi lagi. Karena selama ini Pemkot Surabaya sering menunggak untuk membayar bagi hasil Terminal Purabaya.(st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *