Refleksi Kaki di Perlintasan Rel, Nenek Tewas Tersambar Kereta

Ilustrasi

Ilustrasi


(CANDIterkini) – Jumaiyah (80), warga Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Sidoarjo, meninggal dunia akibat tersambar kereta api Penataran jurusan Surabaya-Blitar, ketika melakukan refleksi kaki disimpang perlintasan kereta api di kawasan Candi, Kamis (05/01/2017).

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian yang menimpa nenek Jumaiyah itu sekitar pukul 08.27 WIB. Awalnya, ia jalan-jalan di samping rel untuk melemaskan otot telapak kaki dengan cara menginjak-nginjak krikil yang berada di sisi rel.

“Informasinya, nenek ini berjalan dari rumah dan berjalan di sepanjang perlintasan kereta api untuk refleksi kaki dengan cara melewati batu krikil yang ada di sisi bantalan rel tersebut,” kata Kapolsek Candi, Kompol Kusminto.

Diwaktu yang bersamaan, lanjut mantan Kapolsek Taman ini menjelaskan, kereta api melaju dari arah Utara (Surabaya) menuju Blitar dan nenek ini tidak mengetahuinya, sehingga nenek tersebut tertabrak.

“Dari keterangan beberapa saksi mengatakan bahwa ketika melihat kereta api itu, warga meneriaki korban, tapi korban tidak menggubrisnya. Mungkin korban tidak mendengar teriakan warga,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, nenek Jumaiyah mengalami luka parah di bagian tubuh dan kaki. Bahkan kepalanya pecah akibat benturan yang cukup keras dan meninggal dilokasi. Setelah itu, korban langsung dievakuasi san dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo.(alf)