Bobol ATM Di Krian, Tiga WNA Dibekuk

Januari 2, 2017


(SIDOARJOterkini) – Bobol mesin ATM di Indomart, Kawasan Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo dan ATM Indomart di kawasan Jalan Tangkuban Perahu, Kecamatan Padang Sambian, Kabupaten Denpasar, Bali, tiga WNA Asal Negara Peru berhasil dibekuk.

Mereka adalah Jose William (37), warga Vellavista, Callau, Lima Peru, Roberto (34), warga De Octubre MZ N LT9, San Juan Luri Gancho, Lima Peru dan Franho alias Pio (29), warga psje Florencia 144, Fiori San Martin De Porres, Lima Peru.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Muh Anwar Nasir mengatakan, ketiga tersangka itu dibekuk ditempat yang berbeda. JWS dan RLC berhasil ditangkap di penginapan D’Zire dikawasan Jl Dwi Warna No 49 Jakarta Pusat, sedangkan F alias Pio ditangkap di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

“Setelah kita melakukan olah TKP, ternyata kita mendapatkan petunjuk. Kebetulan di Denpasar, Bali juga ada kasus yang sama. Saat kita kordinasi, ternyata ciri-ciri pelaku juga sama dengan modus CCTV ditutup dengan lakban dan kita berkordinasi dengan Penyidik Polresta Denpasar dan Resmob Polda Metro Jaya untuk melakukan penangkapan,” katanya, Senin (2-1-2017)

Dirinya menceritakan, pembobolan itu pertama kali diketahui oleh seorang karyawan Indomart. Sebelum membuka, ia kaget melihat pintu dalam keadaan terbuka dan pintu harmonika berlubang dengan ukuran 40×50 cm.

Karena curiga, seorang karyawan tersebut memanggil rekannya untuk memariksa kondisi Indomart. Setelah dilihat, terdapat pecahan kaca serta dua ATM Mandiri dan BCA dalam keadaan terbuka akibat di las. Tidak hanya itu, isi dua ATM masing-masing uang pecahan Rp 100 ribuan, total 184.300.000 dari ATM Mandiri dan uang pecahan Rp 50 ribuan, total Rp 203.900.000 raib.

“Para pelaku melakukan pembobolan dengan cara di las tepat disudut. Jadi tidak sampai tertangkap CCTV. Sebelum membobol, mereka melakukan survei terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, beberapa barang bukti berupa 2 buah kaset Mandiri, 4 buah kaset BCA, lima pecahan kaca yang terdapat sidik jari tersangka, besi potongan las, 2 buah gembok ATM, 1 buah potongan pintu harmonika, modem Mandiri, DVR CCTV serta uang dari tiga tersangka masing-masing RLC, $ 1019 dan Rp 12.115.000, JWS, $ 5202 dan F alias Pio, Rp 652.000 serta Rp 1.619.000.

“Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkas mantan Kapolres Nganjuk itu.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *