Inilah Desa Mandiri IT di Sidoarjo Hasil Riset KLID Korea

Desember 29, 2016
img_20161228_103611

(SIDOARJOterkini)- Hasil riset terhadap desa yang bakal jadi percontohan Desa Mandiri IT, telah diterima oleh pemkab Sidoarjo. Riset yang dilakukan oleh Korea Local Information Research and Development (KLID) ini dimulai April lalu.

Sedangkan hasilnya, dipaparkan oleh Director KLID Dr Chris Kang, di depan SKPD terkait, di Ops Room Kantor Pemkab Sidoarjo. “Rekomendasi riset ini jadi landasan untuk pengembangan Desa Mandiri IT di Sidoarjo,” ujar Kabag Kerjasama Pemkab Sidoarjo Ari Suryono.

Ari Suryono menambahkan, hiset ini dilakukan KLID di beberapa desa di Kecamatan Tarik dan Tanggulangin, pada April 2016 lalu. Riset dilakukan pada 100 responden di desa-desa di dua kecamatan tersebut.

Sedangkan gagasan mengembangkan Desa Mandiri IT setelah belajar dari Korea dimana desa-desa di Korea, sudah terkoneksi dengan jaringan internet, bernama Information Network Village (INVIL). Website INVIL memuat potensi unggulan desa, film, musik, hingga drama Korea yang bisa langsung diakses dari Desa.

Director KLID Dr Chris Kang mengatakan, hasil risetnya merekomendasikan penerapan INVIL bisa dilakukan di sejumlah desa di beberapa kecamatan di Sidoarjo. Terutama desa yang memiliki produk khas dan pondasi untuk industrialisasi produk-produk tersebut.

Selain itu, responden di Kecamatan Tarik lebih berminat dibandingkan responden di Kecamatan Tanggulangin terhadap manfaat penerapan INVIL. “Karena Kecamatan Tarik punya pengalaman terkait pengembangan IT,” jelas Dr Chris Kang.

Ditambahkan oleh Kabag Kerjasama Pemkab Sidoarjo, dari  Citynet kerjasama ini digagas. Akhirnya tercetuslah kerjasama kerjasama Desa Mandiri berbasis IT.

Menurut Ari, kerjasama dengan Korea ini bakal berbasis pemanfaatan dan pengembangan sistem IT, dengan mengembangkan Desa Berbasis IT, yang bertujuan untuk mengangkat potensi-potensi lokal Desa, baik dalam sisi ekonomi, budaya dan sosial.

Nantinya desa-desa di Kabupaten Sidoarjo akan terhubung antar satu dengan lainnya, melalui internet. Itu sudah dilakukan oleh Korea dengan program bernama Information Network Village (INVIL). “Website INVIL diantaranya memuat potensi-potensi Desa, diantaranya produk-produk Desa,” tandas Ari Suryono.(st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *