Selundupkan Shabu Dimasukkan Gagang Koper, Warga Probolinggo Diamankan Petugas

Desember 27, 2016

img-20161227-wa0009
(SEDATIterkini) – Tim gabungan dari Customs Narcotics Team (CNT) KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah DJBC Jatim I, kembali berhasil menggagalkan penyelundupan shabu seberat 415 gram yang dibawa oleh M. Ariyanto (26), warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Paiton, Probolinggo di Terminal 2, Bandara Internasional Juanda.

Penumpang Air Asia XT 8298 rute Kuala Lumpur-Surabaya dengan nomor paspor B4660090 ini, berhasil diamankan setelah petugas melihat barang yang mencurigakan pada gagang koper warna hijau tersebut saat dalam pemeriksaan dengan X-Ray.

“Setelah kita buka, ternyata benar ada shabu seberat kurang lebih 415 gram pada gagang koper. Ini modus yang kedua, yang notabennya dengan modus diletakkan di gagang koper,” ungkap Dirserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Gagas Nugraha saat gelar kasus di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Pabean Juanda, Selasa (27/12/2016).

Tidak berhenti disitu, setelah dilakukan pengembangan, petugas berhasil mengamankan dua tersangka lainnya yakni, Sulaiman dan Sudiyanto (38), warga Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura.

“Setelah itu, kita bekerja sama dengan Bea Cukai dan BNN untuk melakukan penelusuran terhadap tersangka yang lain, dan kita berhasil menangkap dua tersangka di kawasan Pasuruan diantaranya yaitu Sulaiman, Sud merupakan orang yang memesan dan Ariyanto ini hanya membawa,” tambahnya.

Sementara itu, pihaknya akan terus memerangi peredaran narkoba di Indonesia khususnya Jawa Timur agar menjadi aman. Selain itu, dengan penggagalan penyelundupan narkoba ini, setidaknya dapat menyelamatkan generasi muda Indonesia.

“Kita jangan melihat besar atau kecilnya barang bukti shabu ini. Tapi ini adalah bentuk kepedulian dan ketanggapan petugas Jawa Timur ini sehingga Jawa Timur menjadi aman. Saya kira peran masyarakat juga kita harapkan dalam memerangi peredaran narkoba,” pungkasnya.

Ketiga tersangka beserta barang bukti diamankan oleh Reserse Narkoba Polda Jatim untuk penyidikan lebih lanjut. Dan dijerat dengan pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana Maksimal pidana mati dan Undang-undang Kepabeanan nomor 17 tahun 2006 tentang penyelundupan barang impor dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *