Pesta Miras Oplosan Pentol Korek, Empat Orang Tewas

Desember 16, 2016

Ilustrasi

Ilustrasi


(JABONterkini) – Mukti (36), Heri Kurniawan (21), yang keduanya warga Dusun Kaliwaru Desa Kedungrejo, Kecamatan Jabon dan Suliyanto (41), warga Dusun Trompo Wetan RT.07 RW.03 Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Sidoarjo serta Mad (36), warga Pilangsari, Kecamatan Beji, Pasuruan, tewas setelah menenggak miras oplosan.

Kades Trompoasri, Samsul mengatakan bahwa keempat penikmat miras itu meninggal dirumahnya masing-masing, setelah menenggak miras oplosan yang dicampur dengan pentol korek api. Terkait dimana lokasi pesta miras itu berlangsung, ia nampak kesulitan. Karena, keluarga korban terkesan menutup-nutupi saat dimintai keterangan.

“Sulit sekali minta keterangan keluarganya. Keluarganya seolah menutup diri dengan kejadian itu. Mereka hanya menjawab takdir, gitu aja,” ujar Syamsul saat ditemui di kantornya, Jumat, (16/12/2016).

Menurut informasi, lanjut Samsul, pesta miras maut itu tidak hanya dilakukan oleh empat orang saja. Melainkan ada seseorang yang bernama Fery (43), warga Dusun Jangan Asem, Desa Trompoasri yang diketahui penjual miras sekaligus tuan rumah saat pesta miras digelar. Karena sebelum korban meninggal, sempat meminta kepada keluarganya untuk menanyakan langsung kepada Fery.

“Korban sempat bilang kepada orang tuanya kalo minta ditanyakan kepada Fery dengan kata, bu, tolong tanyakan kepada Fery, habis diminumin apa kog badan saya panas gini,” katanya menirukan.

Dari situ, Samsul langsung mengunjungi rumah Fery dan bertanya tentang keberadaannya. Namun, keluarga menjawab bahwa Fery sedang dirawat di Rumah Sakit. “Waktu kita kunjungi, orang tua fery mengatakan kalau fery dirawat dirumah sakit. Tapi rumah sakit mana belum jelas,” terangnya.

Sementara itu, menurut informasi lain bahwa pesta miras yang dioplos dengan pentol korek api itu, merupakan uji coba untuk persiapan pesta miras di saat malam tahun baru 2017.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *