Lelang Bandeng Kawak Tradisional, Petambak Asal Jabon Jadi Juara

Desember 15, 2016

img-20161214-wa0024
(SIDOARJOterkini)-Lelang Bandeng Kawak Tradisional kali ini digelar lagi. Bandeng milik Sutarman 41, petambak asal Dusun Tegalsari RT 1 RW 3, Desa Kupang, Kecamatan Jabon menjadi juara.

Bandeng yang bobotnya paling besar sebesar 9,29 kilogram yang dipelihara selama 8 tahun. “Kalau memelihara ikan bandeng besar sejak dulu, tapi yang bisa sampai besar 9,29 kilogram baru kali ini diikutkan lomba,” ujar Sutarman.

Sutarman bisa tersenyum lebar, tidak sia-sia memelihara bandeng besar karena bisa memenangi lomba bandeng kawak yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Sidoarjo, Rabu (14/12). Lomba Bandeng Kawak Tradisional merupakan agenda tahunan yang digelar dalam rangka menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Ulang Tahun Kabupaten Sidoarjo.

Ikan Bandeng milik Sutarman, beratnya 9,29 kilogram dengan lebar badan 21,8 sentimeter dan pandang 100,5 sentimeter. Bandeng dari tambak ujung selatan Sidoarjo ini mengalahkan tiga ekor bandeng kawak lainnya, setelah dilakukan penimbangan oleh dewan juri, di halaman Kantor DKP Sidoarjo, Jl Sultan Agung, Sidoarjo.

Untuk juara dua, diraih bandeng seberat 6,26 kilogram, lebar 19,5 sentimeter dan panjang 84,5 sentimeter, milik H Sultoni, warga Perum Magersari AI nomor 19 Kecamatan Sidoarjo. Bandeng berumur 8 tahun ini dipelihara di areal tambak Kalikajang Desa Gebang Kecamatan Sidoarjo.

Sedangkan juara ketiga diduduki bandeng seberat 5,48 kilogram dengan lebar 17,8 sentimeter dan panjang 85 sentimeter, milik H Kanifan, warga Desa Sawohan RT 3/RW 1 Kecamatan Buduran. Bandeng berusia 6 tahun ini, dibudidayakan di tambak Desa Sawohan Kecamatan Buduran.

Sementara bandeng dengan berat 3,61 kilogram, lebar 15 sentimeter dan panjang 74 sentimeter, menduduki peringkat juara empat. Bandeng berusia 6 tahun ini milik H Syaiful Bachri Anwar, warga Sekardangan I/1 Kecamatan Sidoarjo. “Lomba ini untuk memotivasi para pembudidaya bandeng. Bandeng yang ikut lomba disyaratkan asal tambak di Sidoarjo. Pemenang ditentukan berdasarkan berat tanpa memandang umur,” ujar Kepala DKP Sidoarjo, Moh Sholeh.

Nama-nama yang masuk tiga besar lomba bandeng kawak, seperti H. Sultoni hampir setiap tahun ikut lomba. Demikian pula H Kanifan dan lainnya, juga kerap ikut lomba bandeng kawak. Namun, bagi Sutarman, kali ini bisa menjuarai lomba bandeng kawak.

Proses penimbangan bandeng kawak ini dilakukan dewan juri juga disaksikan Wabup Sidoarjo H Nur Ahmad Syaifuddin dan sejumlah pejabat Pemkab Sidoarjo. “Lomba ini untuk mempertahankan bandeng Sidoarjo, yang berciri khas tidak bau tanah dan bergincu merah (bibirnya berwarna merah),” tandas Wabup H Nur Ahmad Syaifuddin.(st-13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *