Kejari Sidoarjo Geledah Rumah Notaris Rosidah

Desember 9, 2016

img-20161209-wa0029
(SIDOARJOterkini) – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo melakukan penggeledahan di rumah Notaris, Rosidah di Jalan Diponegoro No. 108 Sidoarjo. Penggeledahan ini untuk mencari bukti-bukti terkait dugaan korupsi penjualan TKD di Perumahan Renojoyo, Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Jumat (09/12/2016).

“Tim penyidik kali ini melakukan penggeledahan dan mencari bukti-bukti sehubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi di Tanah TKD Kedungsolo,” ujar Kasie Pidsus Kejari Sidoarjo, Adi Harsanto saat penggeledahan berlangsung.

Ia menambahkan, keterlibatan notaris Rosidah saat ini berstatus hanya sekedar menjadi saksi. “Kasus ini masih kita dalami. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Rosidah ini, sebagai notaris dalam akte pembuatan ikatan jual beli, termasuk didalamnya ada TKD,” bebernya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sidoarjo masih melakukan penggeledahan terhadap rumah Notaris Rosidah tersebut.

Seperti diketahui, Kejari Sidoarjo menetapkan ketua Panitia Pembebasan Lahan, Sunarto sebagai tersangka pada Selasa (15/11) lalu. Dia langsung digelandang ke Rutan Medaeng usai diperiksa selama 10 Jam dan tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasusnya, Sunarto menjual tanah seluas 10 hektar kepada warga korban lumpur lapindo pada tahun 2008 silam. Tanah kapling berukuran 8×14 meter persegi itu dijual kepada 640 warga korban lumpur dengan harga bervariasi. Sedangkan didalamnya terdapat sekitar 2,8 hektar yang berstatus TKD.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *