Rampas Uber Taxi, Tiga Begal Ditangkap Polsek Wonoayu

Desember 6, 2016
img-20161206-wa0025

(WONOAYUterkini) – Tiga komplotan begal yang nekat mengambil paksa mobil Xenia nopol L 1663 SW dengan menodongkan senjata tajam dan senpi kepada Antonius Dimas Joko Hartono (18), warga Wiguna Tengah 6/17 RT 03 RW 03, Kecamatan Gunung anyar, Surabaya, berhasil diamankan Satuan Unit Reskrim Polsek Wonoayu, Sidoarjo.

Mereka adalah, Indra Wahyudi Widianto (16), warga Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Zainal Arifin (24), warga Bagong Genayan RT 05 RW 05, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya dan Parwanto (30), warga Desa Jono RT 10 RW 02, Kecamatan Temayang, Bojonegoro.

Kapolsek Wonoayu, AKP Heriyanto menjelaskan, pada Jum’at (02/12) kemarin, empat pelaku ini nyarter sebuah mobil melalui aplikasi Uber dari PTC Surabaya dengan tujuan Pabrik Gula, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Namun, ketika berada di Jl Raya Banar, Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, salah satu pelaku meminta untuk berhenti dengan alasan menjemput temannya.

“Ketika mobil sudah berhenti, tiba-tiba korban ditodong menggunakan pisau oleh tersangka Zainal Arifin,” ucap AKP Heriyanto, Kapolsek Wonoayu saat gelar kasus dihalaman Mapolsek Wonoayu, Selasa (06/12/2016).

Keempat pelaku ini mempunyai peran masing-masing. Diantaranya, Indra Wahyudi Widianto mengikat korban menggunakan lakban, Zainal Arifin menodongkan pisau di leher korban, Parwanto menodongkan pisau di ketiak korban dan inisial S yang masih buron juga sebagai otak pelaku, menodongkan pistol.

“Korban sempat berontak dan meminta tolong warga setempat dan para pengguna jalan, sehingga dua pelaku berhasil di amankan dan dua lainnya berhasil melarikan diri. Karena berontak, korban mengalami luka di bagian leher dan dilarikan kerumah sakit di kawasan Tulangan,” tambahnya.

Tidak cukup disitu, setelah dua pelaku dibawa ke Mapolsek Wonoayu dan dimintai keterangan, anggota mengolah otak untuk melakukan penangkapan terhadap dua pelaku yang melarikan diri tersebut. “Kita berfikir bahwa dilokasi tidak ada angkutan umum. Maka, kita lakukan penyanggongan dan akhirnya, satu pelaku keluar dari persembunyiannya yakni di persawahan,” terangnya.

Akibat ulahnya, ketiga tersangka ini dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 9 tahun. “Barang bukti yang berhasil kita amankan yaitu, dua buah pisau, satu senjata api, satu lakban dan satu mobil xenia,” terangnya.

Karena satu pelaku masih dibawah umur, pihaknya menitipkan di Lembaga Pemasyarakatan klas II Sidoarjo. Selain itu, pihaknya juga sudah mengerahkan tim untuk mencari keberadaan S seorang otak pelaku yang saat ini masih buron. “Menjelang tahun baru, kita menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada,” pungkasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *