Diduga Tercemar Limbah, Ikan di Tambak Dekat Pergudangan Mati

Desember 5, 2016
img-20161205-wa0001

(SIDOARJOterkini) – Diduga akibat tercemar pembuangan limbah dari pergudangan Save and Lock di Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, ikan di tambak seluas 8 hektar mati mendadak. Akibatnya, petani tambak merugi hingga kurang lebih Rp 50 juta rupiah.

H. Fauzi (58), salah seorang petani tambak dikawasan tersebut mengatakan bahwa sudah dua hari ini, ikan-ikannya mati mendadak. “Sudah dua hari ini ikan-ikan di tambak saya mati. Rugi banyak saya mas,” ucapnya, Minggu (04/12/2016).

Petani tambak asal Jl. Dr Wahidin no 2, Desa Bulu Sidokare, Kecamatan Sidoarjo itu juga merugi hingga puluhan juta rupiah. Karena, tambak yang ia kelola itu bukan tambaknya sendiri, melainkan sewa. Selain itu, rata-rata ikan yang mabuk kemudian mati itu yakni, Bandeng, Bader, Nila dan Panamin.

Ia menambahkan, pencemaran itu tidak dialaminya saja, melainkan tambak milik Suparno dan Waji juga mengalami nasib yang sama. “Ada pak Suparno dan pak Waji yang kabarnya ikan di tambak milik mereka juga banyak yang mati,” pungkasnya.

Sementara itu, ditemui secara terpisah Waji, seorang pemilik tambak tepat di pergudangan itu mengaku rugi. Karena, akhir tahun ini ia rencananya memanen. “Akibat limbah dan ikan-ikan pada mati, sehingga saya tidak jadi panen bulan ini. Kerugian yang saya alami sekitar 20 juta rupiah,” keluhnya.

Sejauh ini, Kepala Desa Rangka Kidul, Warliyono mengaku belum mendengar laporan apapun terkait ikan yang mati karena pencemaran. “Belum ada laporan, coba nanti di cek di lapangan dulu,” jelasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *