Semarak Perlombaan Terompa Terpanjang Di Indonesia Dalam Memperingati HUT RI Ke-71

Agustus 15, 2016

IMG-20160815-WA0017
(PORONGterkini) – Memperingati HUT RI ke-71, ratusan warga binaan Lapas Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Senin (15/08/2016), mengikuti perlombaan balapan terompa sepanjang 30 meter yang diikuti sebanyak 50 peserta. Panjang alat terompa yang menggunakan teknik kekompakan ini diperkirakan menjadi terompa terpanjang di Indonesia.

Lomba balapan terompa ini memiliki keunikan tersendiri bagi penghuni Lapas Kelas I Surabaya. Karena, sebanyak tiga terompa masing-masing mempunyai panjang 30 meter dipersiapkan oleh panitia lomba. Selain itu, masing-masing terompa diisi sebanyak 50 peserta. “Setelah menyanyikan lagu kemerdekaan sambil mengibarkan bendera merah putih, langsung kita mulai perlombaan. Panjang terompa ini sendiri saya perkirakan terpanjang se-Indonesia,” ucap Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Budi Sulaksana.

Ia menambahkan, kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, juga dilakukan serentak dilingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di seluruh Indonesia. Namun, pihaknya menilai alat terompa di Lapas Porong ini, belum pernah ia temui sebelumnya. “Baru kali ini saya melihat terompa sepanjang ini,” terangnya.

Dirinya berharap, dengan digelarnya perlombaan seperti ini, agar para warga binaan bisa terhibur dan dapat turut memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia. Apalagi warga binaan setiap harinya berada dalam lingkungan Lapas dan tidak menutup kemungkinan mereka merasa jenuh. “Saya berharap mereka senang dan bisa menikmati perlombaan ini. Saat mereka keluar, saya berharap bisa melakukan hal-hal baik dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Mifta (24), salah satu warga binaan yang terjerat kasus narkoba mengaku senang bisa mengikuti perlombaan ini. Saking senangnya, ia merasa seakan-akan tidak berada di dalam lapas, melainkan bersama masyarakat pada umumnya. “Dalam momentum HUT RI ini, saya berharap dapat remisi,” harap pria yang tervonis empat tahun ini.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *