Dianiaya Satpol PP, Pedagang Taman Pinang Lapor Polisi

Korban menunjukkan pipinya yang lebam

Korban menunjukkan pipinya yang lebam


(SIDOARJOterkini) – Fifin Junaedi (56), salah satu pedagang Taman Pinang Sidoarjo, lapor ke Mapolsek Kota, Sidoarjo setelah menjadi bulan-bulanan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ketika melakukan penertiban PKL Taman Pinang, Sidoarjo, Rabu (08/06/2016).

Fifin mengaku kecewa dengan sifat arogan yang dilakukan oleh Satpol PP. Karena saat dilakukan penertiban, dirinya mendapat kekerasan oleh petugas berbaju coklat tanah itu. “Masa penertiban dilakukan dengan kekerasan,” ujar Fifin saat di konfirmasi di Mapolsek Kota Sidoarjo.

Fifin menjelaskan bahwa saat itu dirinya berniat melerai salah satu temannya yang hendak di bawa satpol PP. Namun, dirinya malah terkena bogeman. Akibatnya, pelipis Fifin lebam. “Saya hanya melerai teman. Lah, kok saya yang di pukul. Hanya pelipis mata sebelah kanan yang lebam,” katanya.

Setelah kejadian itu, pihaknya yang didampingi oleh Paguyuban Pedagang Taman Pinang Indah lebih memilih lapor atas sifat arogan tersebut ke Kepolisian Sektor Kota, Sidoarjo melalui jalur hukum.

Sementara, Ketua paguyuban pedagang taman pinang indah, Joko Purtanto mengatakan memang rencana selama sebulan ini (puasa) pedagang meminta toleransi untuk diperbolehkan berjualan. Namun sejak tiga hari kemarin petugas sudah berjaga-jaga. “Kita hanya minta sebulan ini saja untuk berjualan disana,” ungkap Joko.

Kemarin, lanjutnya, bahwa salah satu petugas bernama Willy sempat mengancam pedagang bahwa akan menghalau pedagang yang berjualan. “Sebenarnya tadi belum buka. Nah, saat teman-teman ini lagi duduk-duduk didepan alfamidi taman pinang, tiba-tiba didatangi 10 petugas. Sampai terjadi pemukulan itu,” tandasnya.(alf)