Kembangkan Desa Mandiri, Sidoarjo Gandeng Korea

April 14, 2016
Teks foto: Kepala Dinas PU Bina Marga (kanan) dan Director KLID Mr Chris Kang (tengah) disaksikan Kabag Kerjasama Pemkab Sidoarjo Ari Suryono (kiri) usai meneken MoU Desa Mandiri Berbasis IT, di Pendopo Delta Wibawa.

Teks foto: Kepala Dinas PU Bina Marga (kanan) dan Director KLID Mr Chris Kang (tengah) disaksikan Kabag Kerjasama Pemkab Sidoarjo Ari Suryono (kiri) usai meneken MoU Desa Mandiri Berbasis IT, di Pendopo Delta Wibawa.

(SIDOARJOterkini) – Pemkab Sidoarjo akan mengembangkan Desa Mandiri Berbasis Informasi Teknologi (IT) di Kecamatan Tarik. Tujuannya untuk mengangkat potensi lokal desa.

Untuk mewujudkan itu, pemkab menggandeng Korea Selatan (Korsel). Bahkan, sudah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan Bupati Sidoarjo diwakili Kepala Dinas PU Bina Marga Sigit Setyawan dengan Director Korea Local Information Research and Development (KLID) Mr Chris Kang di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (13-4-2016)

Dalam kesempatan itu juga dipaparkan kondisi terkini terkait pemanfaatan IT untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. “Penyelenggaraan pembangunan sudah banyak menggunakan IT. Dan Korea ternyata sudah lebih dulu menerapkannya,” ujar Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo Sigit Setyawan.

Untuk itu, Sigit berharap Sidoarjo tidak ketinggalan dalam pemanfaatan IT dalam pelayanan publik. Dan, kerjasama dengan Korea ini sebagai pengembangan hasil pertemuan forum Citynet, jaringan kota-kota di Asia Pasifik, yang digelar di Hanoi, Vietnam, awal Maret lalu.

Saat itu, delegasi Kabupaten Sidoarjo, memaparkan konsep penanganan jalan rusak di Kabupaten Sidoarjo, yang menggunakan aplikasi M-Bonk. Dimana masyarakat bisa melaporkan adanya jalan rusak melalui ponsel android.

Ditambahkan oleh Kabag Kerjasama Pemkab Sidoarjo, dari Citynet kerjasama ini digagas. Saat itu Mr Chris Kang (Direktur KLID) yang juga menjadi pembicara dalam forum itu, tertarik dengan aplikasi M-Bonk. Akhirnya tercetuslah kerjasama kerjasama Desa Mandiri berbasis IT.

Menurut Ari, kerjasama dengan Korea ini bakal berbasis pemanfaatan dan pengembangan sistem IT, dengan mengembangkan Desa Berbasis IT, yang bertujuan untuk mengangkat potensi-potensi lokal Desa, baik dalam sisi ekonomi, budaya dan sosial.

Nantinya desa-desa di Kabupaten Sidoarjo akan terhubung antar satu dengan lainnya, melalui internet. Itu sudah dilakukan oleh Korea dengan program bernama Information Network Village (INVIL). “Website INVIL diantaranya memuat potensi-potensi Desa, diantaranya produk-produk Desa,” tandas Mr Chris Kang.

Mr Chris Kang menambahkan, website itu juga memuat film, musik, drama Korea yang bisa langsung diputar dan diakses dari Desa. Bahkan di Korea, setiap Desa sudah dilengkapi optik internet.

Tahap awal, KLID akan melakukan survey di sejumlah desa di Kecamatan Tarik. “Program ini akan mengangkat potensi-potensi lokal di Desa,” tandas Ari Suryono.(st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *