Pak Cip-Kolik Minta Warga Sidoarjo Tidak Golput dalam Pilkada

November 29, 2015

Pak Cip-Kolik saat bertemu dengan warga. Dalam kesempatan itu, paslon HatiKu itu minta warga Sidoarjo jangan Golput

Pak Cip-Kolik saat bertemu dengan warga. Dalam kesempatan itu, paslon HatiKu itu minta warga Sidoarjo jangan Golput


(SIDOARJOterkini)- Bertemu dengan masyarakat di berbagai wilayah merupakan bagian dari upaya membangun kecerdasan dan kepedulian masyarakat agar memiliki semangat mengikuti Pilkada, 9 Desember 2015. Semangat ini penting, karena proses pembangunan akan berhasil dengan baik bila masyarakat dengan segenap kesadaran memilih pemimpin yang diharapkan. Sidoarjo masih memiliki berbagai potensi lokal dan unggulan yang bisa digarap. Selain itu, wilayah ini juga sudah memiliki SDM yang dapat dioptimalkan menggarap potensi tersebut.

Berkenalan dan silahturahmi terus dilakukan tiada henti. Seperti (27/11) malam mengunjungi warga perumahan Rewin II Waru. Kehadiran H. MG. Hadi Sucipto SH, MM (Pak Cip), calon bupati Sidoarjo periode 2016-2021 yang berduet dengan H. Abdul Kolik SE ( Cak Kolik) sebagai wakil, memberikan warna tersendiri. Dalam pertemuan sekitar 30 menit, Pak Cip mengungkapkan program-program prioritas untuk memajukan Sidoarjo, menguatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap keluarga Rewind II di kisaran Jl. Merak Raya datang ke TPS dan tidak golput. Keikutsertaan masyarakat dalam Pilkada merupakan wujud kepedulian untuk menciptakan pembangunan Sidoarjo. Termasuk mendorong terlaksananya program pendidikan dan kesehatan gratis, terwujudkan perluasan pembangunan infrastruktur dalan alun dan lampu padang, sampai pengembangan ekonomi kreatif bagi masyarakat,” katanya.

Hal senada juga disampaikan saat bersama Cak Kolik saat pertemuan dengan relawan pendulang suara (RPS) di gedung Bulu Tangkis NurMob desa Gilang Kecamatan Krian. Tepuk tangan dan sorak-sorai warga setiap kali Pak Cip mengungkapkan komitmennya untuk melaksanakan pendidikan gratis dan mobil SiAga di desa untuk kepentingan masyarakat. “Saya ingin sampaikan, mobil siaga desa ini diperuntukan untuk warga bukan kepala desa. Jadi kalau ada rakyat yang membutuhkan, lebih mudah dan tidak kesulitan mencari,”katanya. (st-12/cat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *