Makan Bersama Warga Jabon, Pak Cip Akan Wujudkan Penggabungan Empat Dusun Jadi Desa Sendiri

IMG_20151118_16745
(JABONterkini)- Calon Bupati Sidoarjo H.MG Hadi Sutjipto mengunjungi dusun terpencil di Kecamatan Jabon, Rabu (18/11/2015). Di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, warga minta agar empat dusun itu dijadikan satu desa.

Alasannya, empat dusun itu, yakni Bangunsari, Tanjungsari, Tegalsari dan Kalialo berdekatan. Namun, Dusun Bangunsari ikut Desa Kalisogo dan tiga dusun lainnya ikut Desa Kupang.

Padahal, posisi empat dusun itu disisi utara Sungai Porong dan desa induknya disisi selatan Sungai Porong. “Alangkah baiknya jika empat dusun itu dijadikan satu desa. Dan, jika nanti Pak Cip terpilih jadi bupati, keinginan warga disini bisa diwujudkan,” ujar H. Mustofa, tokoh masyarakat Tanjungsari.

Mustofa menambahkan, jika empat dusun itu dijadikan satu desa akan mempermudah administrasi. Selama ini kalau mengurus administrasi harus menyeberang sungai Porong.
IMG_20151118_59837
Selain itu, fasilitas kesehatan juga akan lebih baik. Sebab, di empat dusun itu dilengkapi polindes yang jaraknya mudah dijangkau.

Keluhan lain warga empat dusun itu, akses jalan yang belum memadai. Warga minta akses menuju dusun itu diperbaiki dan jalan menuju tambak di paving. “Kami berharap Pak Cip bisa mewujudkan apa yang sudah menjadi keinginan warga empat dusun ini,” ujar Sulaiman, salah satu warga.

Dihadapan warga, Hadi Sutjipto mengaku akan merealisasikan apa yang menjadi usulan warga. “Apa yang harus ditakutkan, pembangunan itu untuk rakyat. Jadi sudah menjadi bagian dari program pembangunan yang akan saya dan Pak Kholik jalankan,” ujarnya.

Meski demikian, Pak Cip meyakinkan warga jika apa yang diusulkan itu tidak dipenuhi, warga silahkan datang ke pendopo menagihnya. “Insyaallah, saya tidak akan lupa dengan apa yang menjadi komitmen dengan warga,” tandas cabup nomer urut 1 tersebut.

Pak Cip bertemu dengan perwakilan empat dusun itu di rumah H. Mustofa. Setelah berdialog, tanpa ada rasa canggung mantan Wakil Bupati Sidoarjo ini makan bersama warga.

Pak Cip yang mengenakan baju putih itu berbaur dengan warga. “Masakan khas tambak ini enak. Dari dulu saya memang suka,” ujarnya sambil menepuk pundak salah satu warga.

Warga Dusun Bangunsari, mayoritas petambak yang kini budidaya rumput laut. Setelah bertemu dengan warga, Pak Cip melihat proses pengepakan rumput laut milik H Mustofa.

Usaha rumput laut itu, bukan hanya bisa menyerap ratusan tenaga kerja. Melainkan bisa menampung hasil panen rumput laut. “Usaha rumput harus difasilitasi oleh pemerintah. Apalagi bisa ekspor tentu akan meningkatkan perekonomiam warga disini,” pungkas Pak Cip. (st-12)