Saksi PDI-P Siap All Out untuk Cipto-Kolik

 Foto: Cabup MG Hadi Sujtipto saat menghadiri pelatihan saksi kader-kader PDI Perjuangan se-Kecamatan Sidoarjo di Gedung Serbaguna, Jl Pasar Larangan, Sidoarjo Kota, Minggu (1/11/2015).


Foto: Cabup MG Hadi Sujtipto saat menghadiri pelatihan saksi kader-kader PDI Perjuangan se-Kecamatan Sidoarjo di Gedung Serbaguna, Jl Pasar Larangan, Sidoarjo Kota, Minggu (1/11/2015).

 

(WONOAYUterkini)– Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Sidoarjo melalui organnya Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Cabang Sidoarjo terus bergerak menyiapkan kader-kadernya yang ditugaskan sebagai saksi di TPS pada hari H pilkada 9 Desember mendatang.

 

Hari Minggu (8/11/2015) malam, BSPN melatih ratusan saksi se-Kecamatan Wonoayu di Sekretariat PAC Wonoayu, Jl Raya Semambung.

 

Menurut Kepala BSPN Cabang Sidoarjo Heru Setyanto, pelatihan dan pembakalan saksi kader-kader PDI Perjuangan kali ini diikuti 104 saksi tingkat TPS se-Kecamatan Wonoayu, 23 koordinator saksi TPS tingkat desa (kordes), satu saksi tingkat kecamatan (PPK), dan satu orang koordinator kecamatan.

 

“Ini pelatihan dan pembekalan saksi PDI Perjuangan yang kami gelar untuk ketiga kalinya. Sebelumnya, di akhir Oktober dan awal Nopember, pelatihan digelar di Kecamatan Balongbendo dan Sidoarjo,” kata Heru Setyanto dalam keterangannya kepada wartawan.

 

Sejumlah petinggi PDI-P hadir di lokasi pelatihan dan memberikan suntikan semangat kepada peserta.  Diantaranya Ketua DPC Tito Pradopo, Sekretaris Taufik Hidayat, dan Anggota DPR RI Hengky Kurniadi.

 

Sutjipto Hadiri Pelatihan Saksi

Sebelumnya, acara pelatihan saksi diadakan di Gedung Serba Guna, Jl Pasar Larangan Sidoarjo Kota, Minggu (1/11/2015). Acara dihadiri cabup MG Hadi Sutjipto. Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Pak Tjip itu menegaskan, saksi adalah ujung tombak untuk mengawal dan mengamankan dukungan warga Sidoarjo kepada pasangan nomor urut 1, Hadi Sutjipto-Abdul Kolik.

 

“Dan kader-kader PDI Perjuangan kami berikan kepercayaan untuk menjadi “lokomotif” dalam pengamanan suara,” kata Hadi Sutjipto. (st-12)