Nyai Tan: Ingin Perubahan Lebih Baik Bagi Masyarakat Sidoarjo

November 2, 2015

Nyai Tan saat ceramah di Desa Kepuhkiriman, Sidoarjo

Nyai Tan saat ceramah di Desa Kepuhkiriman, Sidoarjo


(WARUterkini)- Syiar islam tetap menjadi pegangan Hj. Tan Mei Hwa (Hj. Ida Astuti) dalam berdakwah mengajak adanya perubahan lebih para diri manusia dan berdekatan selalu dengan masyarakat Sidoarjo. Seperti yang dilakukan Hj. Tan Mei Hwa saat menjadi penceramah di Masjid Al Muhajirin Jalan Kelud perumahan Kepuh Permai Desa Kepuh Kiriman Kec. Waru Minggu (1/11/2015)

Diatas panggung peringatan Tahun Baru Islam 1437 Hijriah itu, Nyai Tan mengajak masyarakat untuk meneladani kepribadian Nabi Muhammad SAW yang bisa membawa perubahan. Yakni merubah peradaban yang tidak baik atau rusak, menjadi jaman yang berakhlakul karimah. “Dengan kehadiran Nabi Muhammad SAW dan syiar islam secara menyeluruh, jaman itu menjadi lebih baik sampai sekarang dengan ajaran yang kita anut dan kita jalankan setiap hari dalam bermasyarakat,” ucapnya.

Soal islam sendiri, ia menjelaskan, pemeluknya juga harus bisa menjalankan secara utuh. Harus bisa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Islam itu merangkul bukan memukul, islam membina bukan menghina, islam itu mengajak bukan menginjak. “Islam itu berakhlakul karimah. Dengan akhlak yang baik, pasti akan berbuah baik. Dengan sikap dan sifat positif yang dimiliki umat manusia, maka akan mendatangkan kebaikan pula,” imbuh cawabup nomor 2 yang berpasangan dengan cabup H. Utsman Ikhsan itu.

Disesi akhir mauidloh hasanah yang disampaikan didepan sekitar 500 jamaah putra putri itu, wanita keturunan Tionghoa itu meminta doa restu atas ketekatan bulatnya maju dalam Pilkada 2015. Jika atas kehendak Allah SWT dan mendapatkan amanah masyarakat Sidoarjo untuk memimpin Sidoarjo, dirinya tidak akan meninggalkan kegiatan syiar islam.

“Jika ditakdirkan menjadi wakil bupati Sidoarjo lima tahun kedepan, pagi saya buat untuk melayani masyarakat di pendopo dan malamnya tetap blusukan ngaji bareng dengan masyarakat di berbagai tempat. Sudah menjadi pesan almarhum kedua orang tua, terutama ibu saya, jangan berhenti ceramah. Teruslah mengajak semua orang untuk berbuat baik dan berkepribadian yang berakhlakul karimah sampai titik darah penghabisan,” pungkasnya. (st-13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *