Korban Pengeroyokan, Sempat Dibawa ke RS, Nyawa Tak Tertolong

wpid-191abb260958ff86bf891fdc27aeb0fa..jpg
(WARUterkini)-Pengeroyokan terhadap Arifudin merupakan rangkaian dari gegeran seminggu yang lalu. Saat itu, Yoyok dikeroyok oleh dua orang yang tak dikenalnya di sekitar Korem 084/Bhaskara Jaya, Surabaya.

Dua orang yang mengeroyok Yoyok, ternyata kenal dengan Fajar, temannya.
Nah, sebelum kejadian Yoyok mengirim SMS kepada Fajar.

Dia meminta nomor telepon dua temannya yang telah mengeroyoknya. Setelah nomor diberikan, Yoyok mengajak dua orang itu untuk bertemu di kawasan Perum Pondok Candra, Waru.

Tetapi, pelaku menawarkan tempat lain yakni di simpang tiga Wadungasri.
“Yoyok ini tidak menaruh curiga, dia berangkat ke sana bersama teman-temannya, salah satunya Muhammad Arifuddin,” ujar sumber di kepolisian.

Tiba di lokasi, tiba-tiba Yoyok dan Muhammad Arifuddin ini didekati segerombolan orang tidak dikenal. Karena takut, Yoyok dkk bergegas pergi.

Nahas, korban tertinggal lantaran motor yang dikendarinya mogok. Sehingga korban menjadi bulan-bulanan sekelompok orang itu hingga tersungkur.
Teman-teman korban ini lari ke arah perkampungan Desa Wadungasri. Sedangkan para pelaku setelah menghajar korban lari ke arah perkampungan Desa Kepuhkiriman.

Kanitreskrim Waru AKP Valentino Hutapea mengatakan setelah korban tersungkur, dia ditinggal begitu saja di jalan dengan kondisi kritis. Korban sempat ditolong salah seorang warga yang melintas dan dibawa ke rumah sakit.

Sedangkan Yoyok dkk yang kabur, sempat kembali ke lokasi kejadian untuk mencari korban. Tapi tidak ditemukan, karena korban sudah di bawa ke rumah sakit.

Aksi pengeroyokan itu, lanjut Valentino, dilakukan lebih dari lima belas orang, dan disertai senjata tajam (sajam). Sebab, dari hasil visum korban ditemukan bekas tusukan benda tajam di daerah punggung dan pinggang.

Valentino menduga menduga pengeroyokan tersebut karena Yoyok ingin mengklarifikasi pengeroyokan yang menimpanya beberapa waktu lalu. Namun, tanggapan yang diterima dari kelompok pelaku berbeda.

Solikin, paman korban Arifudin mengatakan mengatakan
keponakannya tersebut baru tinggal bersamanya selama satu pekan. Dia berharap pihak kepolisian dapat cepat mengungkap siapa dalang dibalik pengeroyokan keponakannya itu. “Jenazah sudah diberangkatkan ke Jember,” tandasnya. (st-12)

Tags: